Pernah Rapuh dan Jatuh dalam Hidup Bisa Menguatkan Bahumu

Endah Wijayanti22 Jan 2022, 09:30 WIB
Diperbarui 22 Jan 2022, 09:30 WIB
perempuan mandiri

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti pernah merasakan perasaan tak nyaman seperti rendah diri, sedih, kecewa, gelisah, dan tidak tenang dalam hidup. Kehilangan rasa percaya diri hingga kehilangan harapan hidup memang sangat menyakitkan. Meskipun begitu, selalu ada cara untuk kembali kuat menjalani hidup dan lebih menyayangi diri sendiri dengan utuh. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Bye Insecurities Berbagi Cerita untuk Lebih Mencintai dan Menerima Diri Sendiri ini.

***

Oleh: Wulan Kalea

Dear Myself,

Aku tahu rasanya lelah dan payah, bahkan tak jarang kau nyaris menyerah. Beban hidup dan bayang kelam masa lalumu terasa begitu menyakitkan. Hidup terus berjalan. Namun kenangan pahit itu tak akan pernah bisa dilupakan. Ada begitu banyak sakit yang kau rasakan, hingga meninggalkan bekas luka yang begitu dalam. Kau begitu rapuh, kau begitu mudah jatuh.

Hidup memang tak seindah cerita dongeng. Manusia hanya bisa berencana dan berusaha, namun jika Sang Maha punya cara sendiri untuk menyayangi kita, apa pantas kita terus menerus mengeluh dan berputus asa?

Menikah, membangun rumah tangga yang bahagia dan memiliki keturunan, pastilah impian semua manusia. Namun haruskah terus menerus memaki takdir, jika sang buah hati tak kunjung hadir?

Jalan Hidup Masih Panjang

insecurities dan Wulan Kalea
Dear Myself./Copyright Wulan Kalea

Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk umat-Nya. Tiap-tiap dari manusia mempunyai jalan cerita yang berbeda. Mengapa harus sibuk memikirkan standar bahagia menurut mereka? Mengapa menuntut diri untuk menjadi sempurna, bukankah tidak ada manusia yang sempurna?

Buah hati adalah rezeki. Jika belum diberi hari ini, mungkin diberikan esok hari. Bahkan, jika seumur hidup sang buah hati tak juga hadir, tidak perlu khawatir. Mungkin ini adalah salah satu cara Sang Maha menyayangimu, agar berkurang beban hisabmu di hari kebangkitan kelak, terbebaslah kau dari tanggung jawab sbg orang tua. Allah Maha Baik.

Mulai hari ini, mari jalani hidup kita dengan hati bahagia dan lapang dada. Bersyukurlah atas limpahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT yang tak terhingga.

Terima kasih, Wulan Kalea, sudah berjuang dan bertahan hingga sekarang. Jika merasa lelah, istirahat sejenak tanpa harus merasa bersalah. Jalan kita masih panjang, mari bangkit dan lanjutkan berjuang. Kita hebat! Kita kuat! Kita berhak dan harus bahagia. Semangat ya!

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela