5 Cara Elegan Menanggapi Pertanyaan yang Menyinggung Perasaan

Endah Wijayanti05 Mei 2022, 09:45 WIB
Diperbarui 05 Mei 2022, 09:45 WIB
melepas dendam

Fimela.com, Jakarta Pertanyaan "kapan" kerap membuat kita merasa tak nyaman. Mulai dari soal kapan lulus, kapan nikah, kapan punya anak, kapan punya rumah, kapan nambah anak, kapan naik jabatan, dan lain sebagainya. Kadang orang lain tidak cukup peka terhadap situasi atau kondisi kita sehingga ketika melontarkan pertanyaan, mereka tak mencoba memahami perasaan kita.

Menanggapi pertanyaan yang menyinggung perasaan bisa cukup sulit. Di satu sisi, kita ingin memberi jawaban yang baik. Namun, di sisi lain, kita merasa tersakitai dengan pertanyaan itu sehingga enggan memberi respons. Meski tidak selalu mudah, ada sejumlah cara yang bisa kita coba dalam menanggapi pertanyaan yang menyinggung perasaan tersebut.

 

1. Minta Didoakan

surat ayah dan berjauhan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Ini bisa menjadi cara paling bijak menanggapi pertanyaan seputar "kapan". Cukup respons dengan, "Doakan, ya," maka kita bisa mengakhiri pertanyaan tersebut. Kalau pun masih disinggung dengan pertanyaan beruntun lainnya, kita bisa meresponsnya dengan seulas senyuman saja.

2. Balik Bertanya

surat ayah dan sosok ideal
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Bukan berarti kita malah "balas dendam" dengan melontarkan pertanyaan yang menyinggung perasaan juga. Namun, kita bisa mencoba untuk membuat si penanya menghadirkan jawaban sendiri. Misal, ketika ada yang bertanya, "Kapan nikah?" padamu, kamu bisa jawab, "Kira-kira kapan? Coba tebak." Bisa disertai dengan nada sedikit bergurau untuk mencairkan suasana.

3. Berikan Perhatian Secukupnya

surat ayah dan cinta pertamanya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Kita bisa memberi perhatian kita secukupnya pada si penanya. Tidak sepenuhnya abai, tetapi juga tidak membiarkannya makin menyudutkan kita dengan serangkaian pertanyaan yang menyinggung perasaan. Beri jawaban yang singkat, padat, dan lugas terkait pertanyaan tersebut. Kalau makin merasa tidak nyaman, kita boleh kok mengambil jarak atau menjauh selama beberapa waktu dari si penanya.

4. Utarakan Perasaan

surat ayah dan titip rindu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Kalau memang kita merasa sangat terluka atau tersinggung dengan pertanyaan seseorang, kita bisa mengutarakan perasaan kita. Apalagi kalau pertanyaannya kebablasan dan sangat menyakitkan, kita boleh menyampaikan isi hati kita. Kita bisa menyampaikan rasa terluka dan perasaan kita, tentu saja dengan cara dan bahasa yang baik.

 

5. Anggap Angin Lalu

surat ayah dan tanpa hadirmu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Kalau kita sudah terlalu lelah menanggapi pertanyaan yang menyinggung perasaan, kita bisa abaikan saja. Anggap angin lalu. Tidak semua perkataan dan pertanyaan bisa kita tanggapi. Ada kalanya kita perlu membuat batasan juga. Sebab kita tetap punya hati dan mental yang perlu dijaga.

Kalau menurut Sahabat Fimela, apa cara terbaik menanggapi pertanyaan yang menyinggung perasaan? Boleh lho berbagi pendapat atau sudut pandang yang lain.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela