5 Cara Kuatkan Diri Menghadapi Titik Terendah dalam Hidup

Endah Wijayanti17 Mei 2022, 16:45 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 16:45 WIB
surat ayah dan kehebatannya

Fimela.com, Jakarta Hidup tak selalu diwarnai pelangi. Hari-hari kita tak selalu disinari cahaya matahari terang setiap waktu. Ada kalanya kita harus mengalami mendung, hujan, hingga menghadapi badai. Menjalani kehidupan akan membawa kita kepada berbagai pengalaman dan perjalanan yang kadang sangat tak terduga.

Lalu, bagaimana saat kita mengalami titik terendah dalam hidup? Pastinya kita sempat merasa terpuruk hingga hilang harapan hidup. Namun, kita tetap perlu menguatkan diri. Kita perlu mengupayakan cara terbaik untuk bisa bertahan dan kembali kuat. Bisa dimulai dari cara-cara yang paling sederhana seperti cara berikut ini.

 

1. Berdialog dengan Diri Sendiri

surat ayah dan sosok ideal
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Titik terendah atau fase tersulit membuat kita terpaksa bergumul dengan diri sendiri. Bahkan "musuh terbesar" seakan berasal dari monster yang ada di dalam batin kita sendiri. Kita menyalahkan diri sendiri hingga menghukum diri sendiri atas hal-hal buruk yang ada di sekitar kita. Sebelum kita makin menyakiti diri sendiri, ada baiknya untuk mengajak diri berdialog. Mendengarkan batin kita dan mendengarkan semua kesedihan yang ada di dalam diri.

2. Kembali ke Pegangan Hidup Terkuat

surat ayah dan berjauhan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Apa pegangan terkuat yang kamu punya dalam hidup? Apa pun pegangan kita dalam hidup, selama itu bisa membantu kita untuk mendapat panduan yang lebih baik untuk melapangkan hati maka kita bisa kembali padanya. Saat kita tak tahu harus berbuat apa atau harus mengeluh kepada siapa, biasanya kita perlu kembali pada pegangan hidup terkuat kita untuk bisa memunculkan lagi benih kekuatan dan keberanian untuk melangkah sedikit lebih jauh.

 

3. Relakan Hal-Hal yang Memang di Luar Kuasa Kita

surat ayah dan cinta pertamanya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Ada kalanya pil pahit perlu kita telan mentah-mentah. Kadang kita perlu menerima realitas yang terpahit agar kita bisa menjalani hidup dengan kesadaran yang lebih penuh. Sebab lari dari kenyataan hanya akan membuat kita makin terpuruk dalam hal-hal semu. Untuk bisa kembali tenang, kita perlu meletakkan hal-hal yang tak semestinya terus kita pikul lagi. Kita manusia, ada keterbatasan yang perlu kita terima apa adanya.

 

4. Selesaikan Persoalan Bergantian

surat ayah dan titip rindu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Kalau titik terendahmu menghadapkanmu pada banyak persoalan dan masalah yang bertumpuk-tumpuk, coba urai satu per satu. Coba selesaikan masalah satu per satu. Sedikit demi sedikit pun tak apa. Untuk bisa kembali kuat, kita perlu menghadapi rasa takut dalam diri dan meningkatkan keberanian untuk menyelesaikan persoalan secara bergantian.

5. Apresiasi Diri yang Sudah Bertahan

surat ayah dan belajar memaafkan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Titik terendah dalam hidup membuat kita biasanya makin menyalahkan diri sendiri. Kita merasa tak berguna dan seperti tak layak untuk menjalani hidup. Bahkan membuat kita merasa tak ingin dilahirkan saja. Namun, saat kita sudah memilih untuk bertahan di situasi tersulit, itu sudah menjadi sebuah keberanian luar biasa. Jadi, apresiasi diri yang sudah memilih untuk tetap berusaha dan bertahan hingga titik ini.

Semoga apa pun titik terendah yang sedang kamu alami atau hadapi, ada perubahan lebih baik yang akan hadir di dalam hidupmu. Terima kasih kamu masih mau dan tetap memilih memperjuangkan hidupmu.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela