5 Cara Tegarkan Hati saat Beban Hidup Terus Bertambah

Endah Wijayanti08 Mei 2022, 09:15 WIB
Diperbarui 08 Mei 2022, 09:15 WIB
impian rumah sendiri

Fimela.com, Jakarta Makin tinggi sebuah pohon, makin kencang angin yang harus ditahan. Makin bertambah usia kita, makin banyak tantangan hidup yang perlu kita hadapi. Beban hidup kita pun bisa makin bertambah dari waktu ke waktu. 

Menghadapi beban hidup yang terus bertambah bisa membuat kita merasa terpuruk dan putus asa. Apalagi jika masalah terus datang silih berganti, rasanya kita sulit untuk bisa terus melangkah ke depan. Bahkan beban hidup yang terus bertambah membuat kita ingin menyerah saja. Namun, kita tetap perlu berupaya untuk tetap tegar dan kuat dalam menjalani hidup kita. 

 

1. Kalau Terlalu Capek, Biarkan Semua Mengalir

surat ayah dan cinta pertamanya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Saat kita benar-benar terpuruk dan tak tahu harus melakukan apa di tengah beban hidup yang terus bertambah, kadang yang perlu kita lakukan adalah mengistirahatkan diri sejenak. Membiarkan segalanya mengalir begitu saja. Tiap orang punya kecenderungan masing-masing saat sedang begitu lelah menghadapi segala sesuatu. Ada yang memilih untuk menyepi sejenak, atau melakukan hal yang paling disukai. Apa pun itu, kita boleh mengizinkan diri untuk membiarkan segalanya mengalir agar reda semua rasa lelah.

2. Atur Kembali Prioritas Hidup 

surat ayah dan belajar memaafkan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Beban hidup yang terus bertambah bisa membuat kita kebingungan dengan banyak hal. Di sini kita bisa mencoba untuk menata hidup dan prioritas hidup kita lagi. Mendahulukan hal-hal yang penting dan perlu diselesaikan lebih dulu. Lalu, selesaikan dan tuntaskan satu per satu. Sadari bahwa kita juga masih punya kekurangan atau keterbatasan, jadi lakukan hal-hal  yang masih dalam kapasitas kita untuk melakukannya. 

3. Izinkan Diri untuk Terus Belajar

surat ayah dan belajar memaafkan 2
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Setiap cobaan dan ujian hidup bisa membuat kita berada di titik terendah. Akan tetapi, kita selalu diberi pilihan dalam hidup. Memilih untuk mencoba melihat sisi baik sesuatu atau memilih untuk terus berkubang dalam kesedihan. Untuk bisa melihat sisi baik sesuatu, kita bisa coba izinkan diri untuk terus belajar. Belajar hal-hal baru yang membuat kita makin bijak dan dewasa, meskipun saat itu kita harus melewati pengalaman pahit lebih dulu.

4. Kuatkan Kembali Pegangan Hidup

surat ayah dan kehebatannya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Apa pegangan hidup terkuat yang kita punya? Maka, coba kuatkan lagi. Kuatkan pegangan hidup yang kita miliki. Kita hidup di dunia ini tak bisa melalui segalanya sendiri setiap waktu. Ada hal-hal yang membuat kita tak bisa atasi sendiri. Kita pun butuh bantuan dan pertolongan. Dengan beban hidup yang terus bertambah, ini sinyal untuk memperkuat pegangan hidup kita.

 

 

5. Mengapresiasi Diri atas Semua yang Sudah Diupayakan

surat ayah dan membuat bapak bangga
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Ada hal-hal yang sudah kita upayakan. Meski tidak semua hal bisa dilakukan dengan sempurna, tetapi ketika sudah melakukan semua yang terbaik maka itu sudah lebih dari cukup. Yakini setiap titik terendah akan ditemani dengan titik bangkit. Tiap kesulitan pasti disertai kemudahan. Kita mungkin bukan perempuan sempurna, tapi kita sudah luar biasa saat memilih untuk bertahan melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya.

Semoga jalan kita dimudahkan ya ke depannya, ya. Setiap beban hidup pasti akan memberi pelajaran dan hikmah penting dalam hidup kita. 

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela