5 Cara Tabahkan Hati saat Tak Ada yang Memahami Perasaanmu

Endah Wijayanti12 Mei 2022, 16:45 WIB
Diperbarui 12 Mei 2022, 16:45 WIB
self-love

Fimela.com, Jakarta Kita semua pada dasarnya ingin dimengerti. Kita ingin semua orang bisa memahami diri kita dan perasaan kita. Akan tetapi, pada kenyataannya ada situasi dan kondisi yang membuat kita merasa frustrasi saat tak ada orang yang bisa memahami perasaan kita.

Ada perasaan terkucilkan atau diabaikan ketika tak ada orang yang bisa memahami diri kita. Kita pun jadi merasa kesepian. Kita jadi makin terpuruk dalam rasa sedih seorang diri. Akan tetapi, ada hal-hal yang masih bisa kita upayakan untuk kembali kuat dan tabah ketika tak ada orang yang memahami kita.

 

1. Tidak Perlu Merasa Paling Benar

surat ayah dan putri yang keras kepala
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/uniqueshutter

Mengutip buku Menghilang, Menemukan Diri Sejati, menurut filsuf abad ke-20, Albert Camus, manusia biasanya selalu merasa bahwa dirinya benar. Menurut dia, seharusnya persepsi itu dibalik, manusia harusnya merasa bahwa mereka pasti punya andil dalam setiap kesalahan. Jadi sebelum menghakimi kesalahan orang lain, sadari bahwa kita juga sangat mungkin melakukan kesalahan. Saat tak ada orang yang bisa memahamimu, kamu tak perlu langsung menyalahkan orang lain. Menuntut semua orang untuk selalu memahamimu tampaknya adalah sebuah keegoisan belaka.

2. Fokus pada Hal yang Masih Bisa Diupayakan

surat ayah dan potongan cerita
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vanatchanan+Buahom

Kamu sudah berusaha membuat orang lebih memahamimu tapi ternyata masih sulit juga. Saat kamu sudah berusaha melakukan yang kamu bisa, ya sudah. Tak harus menuntut hasil atau responsnya untuk selalu sesuai dengan keinginanmu. Mending fokus untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat kita kembali bahagia.

 

3. Terima Semua Emosi yang Dirasakana

surat ayah dan papa yg baru ditemui
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/SharkPaeCNX

Hal yang wajar kok saat kita ingin diperhatikan dan dipahami oleh semua orang. Merasa sedih, marah, dan kesal pun wajar terjadi. Cuma yang perlu diperhatikan adalah kita tak perlu berlarut-larut dalam kesedihan. Tak perlu juga merasa kesal atau malah menyimpan dendam kepada orang yang belum bisa memahamimu.

4. Pahami bahwa Berkomunikasi Merupakan Sebuah Keterampilan

surat ayah dan pelukan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Kostikova+Natalia

Mengutip buku How to Love, "Komunikasi merupakan sebuah keterampilan. Ada kata-kata yang tidak boleh diucapkan, ada yang bagus bila disampaikan, dan cara berkomunikasi yang berbeda-beda tergantung pada situasinya. Namun yang utama, inti dari komunikasi adalah dialog yang mengandung pertukaran emosi dan rasa simpati." Bisa jadi kita belum menyampaikan pesan atau penjelasan dengan baik kepada orang lain. Sehingga orang lain belum cukup mampu dan bisa memahami kita dengan baik.

 

 

5. Sudahi Memaksakan Kehendak

surat ayah dan dari anak ketiga
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Blue+Titan

Tak perlu memaksakan diri terus menerus untuk membuat orang mengerti. Kita sendiri masih senantiasa belajar cara berkomunikasi dengan baik. Orang lain pun punya cara sendiri dalam berkomunikasi. Sehingga, kalau terjadi kesalahpahaman, maka ambil hikmahnya saja. Kita tak bisa menuntut semua orang memahami kita, sama dengan kita yang tak bisa memenuhi semua tuntutan atau keinginan orang lain.

Tetaplah jadi orang baik. Kalau orang lain belum bisa memahamimu, kamu masih bisa terus berproses untuk memahami dirimu sendiri dengan lebih baik.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela