7 Penyebab Datang Bulan Tidak Teratur Pada Perempuan

Vania Al kautsar18 Mei 2022, 16:03 WIB
Diperbarui 18 Mei 2022, 16:13 WIB
Menstruasi

Fimela.com, Jakarta Ada banyak penyebab datang bulan tidak teratur yang sering dialami oleh banyak perempuan, salah satunya adalah kehamilan. Akan tetapi kehamilan bukanlah salah satu penyebab utama dari datang bulan yang tidak teratur, banyak orang mengalami Stress saat mengalami datang bulan yang terlambat.

Pernahkah kamu mengalami siklus menstruasi yang sangat panjang atau mungkin sangat pendek? Siklus ini akan berubah dari setiap bulan atau mungkin ada periode menstruasi yang terlewat. Tahukah kamu? Bahwa datang bulan yang tidak teratur juga menunjukkan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Saat melewatkan periode datang bulan satu kali atau dua kali merupakan hal yang wajar dan sering terjadi oleh banyak perempuan, akan tetapi jika kamu tidak mengalami datang bulan selama berbulan-bulan akan menghkhawatirkan dan membuat kamu stress. Berikut beberapa penyebab datang bulan tidak teratur yang mungkin kamu alami:

1. Kehamilan

kehamilan
Ilustrasi perempuan hamil/copyright freepik.com/senivpetro

Kehamilan ternyata dapat menjadi salah satu penyebab datang bulan tidak teratur, beberapa orang yang akan memasuki masa kehamilan tentu akan mengalami hal ini. Berikut beberapa tanda-tanda awal kehamilan yang mungkin kamu rasakan:

  • Mual di pagi hari.
  • Kepekaan terhadap bau.
  • Payudara kesemutan dan nyeri.

2. Kontrol Kelahiran Hormonal

Ibu hamil tidur
ilustrasi/copyright shutterstock.com

Kontrol kehamilan hormonal akan menekan ovulasi, hal ini menandakan bahwa seseorang akan mengalami datang bulan yang tidak teratur. Akan tetapi ketika seseorang menggunakan pil KB hormonal, patch, implant, dan alat kontrasepsi dalam rahim juga dapat mengalami pendarahan vagina. Pendarahan ini biasanya dapat terjadi selama satu bulan sekali seperti menstruasi.

3. Menyusui

ibu menyusui
ilustrasi ibu dan bayi/Baby photo created by cookie_studio - www.freepik.com

Prolaktin merupakan hormon yang berperan dalam produksi ASI, selain itu hal ini juga dapat menekan ovulasi terutama bagi seseorang yang sering menyusui pada bulan pertama kelahiran. Ketika seseorang melewati masa kelahiran maka sangat wajar jika memiliki jadwal datang bulan yang tidak teratur.

4. Perimenopause

menopause
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/fizkes

Perimenopause merupakan salah satu tahap pertama dari menopause, biasanya akan dimulai pada 4 hingga 8 tahun sebelum menopause dimulai, selain itu hal ini juga akan terjadi pada seseorang yang memiliki usia sekitar 40 tahun. Selama masa perimeopause seseorang akan mengalami siklus menstruasi yang lebih panjang maupun lebih pendek dari biasanya, berikut beberapa tanda perimenopause yang mungkin kamu alami:

  • Keringat dingin di malam hari.
  • Perubahan suasana hati.
  • Sulit tidur.

5. Stres

lelah stres bekerja
ilustrasi pusing bosan insecure/MemoriesStocker/Shutterstock

Mendapatkan banyak tekanan dari pekerjaa, keluarga, pertemanan, atau hal yang sedang kamu kerjakan tentu akan membuat kamu stress. Ketika kita sedang mengalami stress maka tubuh akan melepaskan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol yang biasanya akan berinteraksi dengan hormon seks yang mengatur menstruasi.

6. Kondisi Tiroid

Menstruasi - Vania
Ilustrasi Menstruasi/https://www.shutterstock.com/DexonDee

Tiroid merupakan salah satu kelenjar yang ada di bagian leher dan menghasilkan hormon tiroid, selain itu hal ini dapat mempengaruhi siklus menstruasi seseorang. Ketika kita memiliki tiroid yang kurang aktif atau sering disebut sebagai hipotiroidisme, maka akan membuat kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon.

Akan tetapi hal ini menyebabkan masa datang bulan datang lebih lama dari jadwalnya, selain itu gejala lainnya adalah kelelahan, kepekaan terhadap dingin, maupun penambahan berat badan. Akan tetapi jika kamu mengalami tiroid yang terlalu aktif juga akan membuat penurunan berat badan, kecemasan, dan jantung yang berdebar.

7. Fibroid Rahim

Menstruasi
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Have a nice day Photo

Fibroid rahim merupakan pertumbuhan yang berkembang pada bagian dinding rahim, selain itu fibroid juga tidak bersifat kanker. Seseorang yang memiliki fibroid mungkin akan merasakan anemia yang menyakitkan dari wkatu ke waktu, mereka mungkin akan mengalami bebera beberapa gejala seperti di bawah ini:

  • Nyeri puggung bagian bawah.
  • Kaki yang sakit.
  • Sakit saat berhubungan seks.

Setiap perempuan terkadang memiliki penyebab dan permasalah pada siklus menstruasi, selain itu hal ini juga dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang serius atau mungkin dapat terjadi karena stress dan mengalami berbagai tekanan. Untuk itu kamu perlu memiliki jadwal menstruasi seperti mencatatnya di kalender, agar mengetahui apakah datang bulan yang kamu alami terlambat atau tidak.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela