5 Cara Tenangkan Diri saat Merasakan Firasat Buruk

Endah Wijayanti26 Mei 2022, 15:15 WIB
Diperbarui 26 Mei 2022, 15:15 WIB
surat ayah dan rindu yang tak sampai

Fimela.com, Jakarta Dalam hidup ini kita sering dihadapkan pada berbagai situasi yang tak terduga. Salah satunya adalah mendadak merasakan firasat buruk. Firasat didefinisikan sebagai keadaan yang dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat. Saat merasakan firasat buruk, kita seakan dibuat lebih waspada untuk menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

Sebelum makin overthinking atau cemas berlebihan, kita perlu fokus menenangkan diri sendiri lebih dulu. Kita perlu mengondisikan diri agar tidak makin panik menghadapi situasi yang tak terduga. Ada lima cara yang bisa dicoba, selengkapnya mari simak uraiannya di bawah ini.

 

 

1. Terima Emosi Negatif yang Dirasakan

surat ayah dan kabarnya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/ChakritYenti

Mengutip buku How to Love, saat ada emosi negatif, bagian otak yang disebut amigdala akan menjadi aktif. Amigdala ini berhubungan erat dengan sistem saraf otonom yang mengontrol detak jantung dan pernapasan. Jadi, wajar jika jantung akan makin berdebar-debar bahkan napas sesak saat kita dikuasai emosi negatif. Saat firasat buruk hadir, cobalah untuk menerima perasaan yang tidak nyaman tersebut. Biarkan mengalir di dalam diri lebih dulu.

2. Ubah Cara Berpikir

surat ayah dan dear
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/K-Angle

Saat perasaan tidak nyaman, kita perlu mengakuinya lebih dulu. Tujuannya agar kita bisa lebih mudah menemukan sudut pandang dan cara berpikir yang lebih luas. Firasat buruk bisa jadi pertanda ada hal tak menyenangkan yang akan kita hadapi, tapi bisa jadi itu hanya sebatas perasaan saja. Daripada makin menyiksa diri dengan pikiran-pikiran negatif, cobalah untuk menganggap apa pun yang akan terjadi di depan adalah yang memang sudah terbaik untuk kita.

3. Lihat Sejumlah Kemungkinan

surat ayah dan filosofinya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Samoliotova

Mungkin kamu baru mengalami atau melewati sebuah fase kehidupan. Firasat yang dirasakan mungkin sinyal ada hal baru yang akan terjadi. Coba lihat sejumlah kemungkinan atau skenario hal apa saja yang sekiranya akan terjadi. Tujuannya agar kita bisa lebih siap mengantisipasi situasi apa pun yang akan terjadi ke depannya.

 

4. Terima Ketidakpastian Hidup

surat ayah dan jangan kehilangan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/GaudiLab

Hidup bisa penuh dengan ketidakpastian. Jadi, terima saja semua ketidakpastian yang ada. Kita bisa membuat rencana, tetapi apa pun yang akan terjadi ke depannya di luar kuasa kita. Kalau memang ada hal buruk yang akan terjadi, kita perlu siap menerimanya apa adanya sebab hidup memang begitu.

5. Alihkan Fokus pada Masa Kini

surat ayah dan kebersamaan singkat
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Mrsiraphol

Firasat buruk mungkin mengandung sinyal akan sesuatu yang terjadi di masa depan. Namun, itu kan baru terjadi di masa depan. Sementara saat ini kita berada di masa kini. Alih-alih menghabiskan energi dan waktu mencemaskan hal di depan, mending fokus jalani semua yang ada saat ini lebih baik lagi.

Tak semua firasat buruk menghadirkan kenyataan yang tak menyenangkan. Bisa jadi itu hanya sebuah firasat yang sekadar singgah. Semoga apa pun persoalan yang kamu hadapi dalam hidup, bisa kamu atasi dan terima dengan baik, ya.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela