5 Cara Menghadapi Orang yang Minta Maaf tapi Masih Mengulang Kesalahannya

Endah Wijayanti22 Mei 2022, 15:45 WIB
Diperbarui 22 Mei 2022, 15:45 WIB
surat ayah dan menjadi anak sulung

Fimela.com, Jakarta Dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan banyak orang, pastinya kita pernah melakukan kesalahan. Saat kita melakukan kesalahan, sudah sewajarnya kita minta maaf. Begitu pula ketika orang lain melakukan kesalahan dan meminta maaf, maka kita perlu memberinya maaf.

Cuma masalahnya bagaimana jika ada orang yang minta maaf tapi masih melakukan dan mengulang kesalahan yang sama? Bukannya introspeksi diri, dia malah bersikap seenaknya dan tak memperbaiki diri. Hm, menyikapi orang seperti memang cukup sulit tapi ada beberapa cara yang bisa kita coba agar situasi tidak makin memburuk.

 

1. Cek Ulang Faktanya

surat ayah dan papa yg baru ditemui
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/SharkPaeCNX

Mengutip buku How to Love, permohonan maaf baru sempurna jika ketiga hal ini sudah terpenuhi: ucapan maaf, memaparkan kesalahan, dan tindakan untuk mencegahnya terulang. Sebelum mengoreksi tindakannya, kita perlu mengecek ulang apakah dia benar-benar masih melakukan kesalahan yang sama? Jika perlu, kumpulkan bukti soal sikapnya yang tidak menunjukkan adanya introspeksi diri.

2. Tegur Baik-Baik

surat ayah dan putri yang keras kepala
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/uniqueshutter

Ya, menegur bisa dilakukan untuk membantunya memperbaiki sikapnya. Kalau kita punya bukti bahwa dia masih mengulang kesalahannya, kita bisa langsung memaparkan dan memberi tahunya. Tanpa harus marah-marah, kita bisa sampaikan teguran dengan kata-kata yang baik tanpa harus mempermalukannya di muka umum.

3. Utarakan Perasaan

surat ayah dan pelukan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Kostikova+Natalia

Kita bisa menyampaikan rasa sedih atau kecewa kita terhadap sikapnya. Saat kita sudah berusaha untuk memberi maaf tapi malah dilukai lagi, pastinya kita akan merasa dikhianati. Namun, kita tak harus memojokkan atau menghakiminya. Kita bisa sampaikan dulu perasaan kita agar dia bisa lebih memahami situasi yang ada.

 

4. Apresiasi Perubahan yang Lebih Baik

surat ayah dan potongan cerita
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vanatchanan+Buahom

Dia mungkin memang masih mengulangi kesalahan yang sama, tapi sudah ada sedikit perubahan dari sikapnya. Meski perubahannya baru sedikit, kita masih bisa mencoba untuk memberinya apresiasi. Hargai upayanya tersebut. Setidaknya kita bisa mendorongnya untuk bisa berbuat hal-hal yang lebih baik demi perubahan yang lebih positif.

5. Tak Perlu Memaksanya Berubah

surat ayah dan membuat bapak bangga
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/d8nn

Kita tak pernah bisa mengubah seseorang selama orang tersebut tidak tergerak sendiri untuk berubah. Kalau dia sudah minta maaf dan masih melakukan kesalahan yang sama, dan hal itu terjadi berulang-ulang, ya anggap saja mungkin wataknya memang begitu. Kita tak bisa memaksanya berubah sesuai keinginan kita.

Walau tidak mudah, menghadapi orang yang minta maaf tapi masih mengulangi kesalahan yang sama jelas butuh kesabaran. Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, apa cara yang lebih tepat atau efektif dalam menghadapi orang yang maafnya palsu?

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela