5 Penyebab Pusar Gatal yang Jarang Diperhatikan dan Cara Mengatasinya

Vania Al kautsar19 Mei 2022, 13:44 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 13:51 WIB
Pusar - Vania

Fimela.com, Jakarta Pernahkah kamu mengalami pusar yang gatal? Gatal pada bagian pusar terkadang membuat kita tidak nyaman, selain itu gatal pada pusar akan membuat kita sering menggaruk terus menerus. Ternyata pusar yang gatal dapat disebabkan adanya virus maupun bakteri pada area perut maupun pusar sendiri.

Saat sedang mandi kita pasti akan membersihkan area tubuh tetapi pernahkah kamu membersihkan area pusar? Maupun beberapa area yang jarang terlihat? Ketika jarang membersihkan pusar biasanya akan menimbulkan kotoran pada area pusar sendiri, terkadang hal inilah yang akan membuat memiliki bau yang tak sedap.

Pernahkah kamu membayangkan rasa gatal di area pusar atau mungkin saat ini sendang mengalami gatal pada area tersebut? Untuk itu kamu perlu mencari tahu apa saja penyebabnya, berikut beberapa penyebab pusar gatal yang sering terjadi:

1. Eksim

Pusar - Vania
Ilustrasi Pusar/https://www.shutterstock.com/Rangizzz

Eksim sering dikenal sebagai dermatitis atopik, eksim sendiri adalah kondisi yang sering membuat kulit seseorang merasa sangat gatal dan menimbulkan warna merah.

Cara Mengatasi : Tidak ada obat yang sangat akurat untuk eksim, akan tetapi kamu dapat mencuci bagian pusar yang sangat gatal dan membelisanya hingga bersih, selain iru keringkan pusar secara menyeluruh.

2. Dermatitis Kontak

perempuan sehat area intim miss v
ilustrasi pinggul perut rata/goffkein.pro/Shutterstock

Pernah mendengar dermatitis kontak? Ketika kulit bersentuhan dengan zat yang disebabkan oleh reaksi alergi (alergen) maupun iritan, maka reaksi tersebut dinamakan sebagai dermatitis kontak. Biasnaya ketika seseorang merasakan dermatitis kontak maka akan terasa sangat gatal dan muncul ruam merah yang melepuh.

Cara Mengatasi : Hindariu alergen atau iritan yang membuat kulit merasa tidak nyaman atau sakit, selain itu kamu dapat menggunakan krim anti-gatal yang dapat diresepkan oleh dokter.

3. Infeksi Ragi

Perut Buncit - Vania
Ilustrasi Perut Buncit/https://www.shutterstock.com/Zania Studio

Candida merupakan salah satu jenis ragi yang biasanya tumbuh pada daerah yang sangat lembab dan gelap pada satu sisi tubuh kita, selain itu hal ini juga daoat menyebabkan infeksi jamur yang dikenal sebagai kandidiasis. Seiring dengan keputihan yang kamu alami ternyata kandidiasis juga dapat menutupi pusar dengan adanya ruam merah serta gatal.

Cara Mengatasi : Kamu perlu menggunakan krim antijamur seperti miconazole nitrate maupun cotrimazole.

4. Infeksi Bakteri

perut buncit
ilustrasi perut buncit/copyright by Kittisak Jirasittichai (Shutterstock)

Serat, keringat, maupun ulit mati biasanyaakan terkumpul di bagian pusar dan membuat pertumbuhan bakteri maupun infeksi. Selain itu terkadang infeksi di pusar juga dapat membuat keluarnya cairan berwarna cokelat maupun kekuningan.

Cara Mengatasi : Periksalah ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat akan tetapi terkadang dokter akan meresepkan antibiotik seperti penisilin maupun sefalosporin.

5. Gigitan Serangga

Perut - Vania
Ilustrasi Perut/https://www.shutterstock.com/Structuresxx

Nyamuk, laba-laba, kutu busuk, maupun jenis kutu lainnya terkadang memiliki gigitan dan membuat beberapa bekas luka. Selain itu gigitan serangga terkadang membuat embuat area tersebut menjadi gatal dan ruam merah.

Cara Mengatasi : Gunakanlah krim anti gatal seperti topical OTC atau perlu periksa ke dokter untuk mengatasi hal ini.

Terkadang kita jarang membersihkan atau memperhatikan pusar akan tetapi ternyata beberapa diantaranya dapat memberikan efek seperti gatal maupun ruam merah diarea pusar. Untuk itu ada baiknya jika kamu periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela