5 Cara Tegarkan Diri saat Merasa Tertinggal dari Orang Lain

Endah Wijayanti14 Jun 2022, 16:45 WIB
Diperbarui 14 Jun 2022, 16:45 WIB
childhood dan rumah pohon

Fimela.com, Jakarta Berapa kali dalam sehari kita membandingkan hidup kita dengan orang lain? Sudah berapa kali kita menghadapi fase seakan sudah sangat tertinggal jauh dari orang lain? Baik dalam hal pendidikan, karier, hingga pernikahan, saat kita merasa belum bisa mencapai titik yang sama seperti yang dicapai orang lain, kadang kita merasa sedih karena seakan menjadi yang paling tertinggal jauh.

Padahal titik awal tiap orang berbeda. Perjalanan dan perjuangan masing-masing orang pun tak ada yang sama. Bukan berarti kita tak boleh bersedih, hanya saja jangan sampai kita terpuruk terlalu lama. Sebab hidup kita tetap layak diperjuangkan, dan selalu ada cara untuk membuat kita kembali tegar dan kuat lagi.

 

1. Pertahankan Harga Diri

childhood dan desa
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Danai+J

Mengutip buku How to Respect Myself, kini adalah masanya harga diri harus dijaga oleh diri sendiri. Berbagai cara dan jalan untuk menjadi bahagi cukup merajalela, tetapi kebahagiaan yang sesungguhnya datang dari harga diri yang kuat. Untuk bertahan di dunia yang bergerak dengan sangat cepat dan rumit, kita perlu punya harga diri yang sehat. Jadi, sebelum kita makin mengasihani diri sendiri, yakini bahwa diri kita berharga dan kita punya peran sendiri yang tak kalah pentingnya dari orang lain di dunia ini.

2. Hargai Setiap Proses yang Dimiliki

childhood dan majalah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KiattisakLamchan

Sekecil atau seremeh apa pun pencapaian yang kita dapatkan, hargai dan apresiasi. Setiap proses yang kita lalui pastinya akan terus mendewasakan kita. Perasaan tertinggal dari orang lain bisa jadi menjadi pemantik semangat baru untuk melakukan hal baru. Bisa jadi ada hal lain yang perlu kita lakukan dan perjuangkan lebih keras lagi. Sehingga kita tak akan merasa putus asa atau gampang menyerah lagi.

 

3. Ucapkan Lebih Banyak Rasa Syukur

childhood dan jayapura
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/VitalyRomanovich

Untuk semua hal yang masih bisa dirasakan, dilihat, dan dijalani, syukuri itu semua. Makin sering bersyukur, makin bertambah kebahagiaan yang kita dapatkan. Hati pun jadi lebih kuat dan tegar lagi. Pencapaian orang lain yang tampak lebih hebat bisa dijadikan sumber motivasi diri. Motivasi untuk bisa menjadi versi diri yang lebih baik dari waktu ke waktu.

4. Relakan yang Memang Tak Bisa Dikendalikan

childhood dan masa panen
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/chanchai+duangdoosan

Kurangi beban diri sendiri dengan melepas dan merelakan hal yang tak bisa kita kendalikan. Ketika orang lain sudah berhasil mencapai ke titik tertentu yang belum bisa kita capai, coba untuk terima realitas itu. Kita tak bisa mengatur atau mengendalikan kehidupan orang lain. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani kehidupan kita sendiri dengan makna dan nilai yang kita yakini sendiri.

 

 

5. Bahagiakan Diri tanpa Menunggu Orang Lain

childhood dan es krim
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Chankowet

Kebahagiaanmu adalah tanggung jawabmu. Meski belum ada yang memberimu sebuket bunga, misalnya, kamu masih bisa membelinya sendiri untuk dirimu sendiri. Belum ada yang bisa diajak berlibur bersama, maka tak masalah untuk berlibur sendirian saja. Selama kamu bisa bahagia dengan cara yang paling bisa kamu lakukan meski itu sederhana, lakukan saja.

Terima kasih untuk dirimu yang sudah berjuang dan bertahan hingga bisa sampai ke titik ini. Hidupmu tetaplah indah dan bermakna apa adanya, jadi tetap jalani dengan kelapangan dan semangat, ya.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela