Menjaga Penampilan Bukan Cuma Soal Perkara Cantik, tapi Mengangkat Identitas Diri

Endah Wijayanti21 Jun 2022, 07:45 WIB
Diperbarui 21 Jun 2022, 07:45 WIB
cinta indonesia dan yogya

Fimela.com, Jakarta Di bulan Juni ini, Fimela mengajakmu untuk berbagi cerita tentang keluarga. Untuk kamu yang seorang ibu, anak, mertua, menantu, kakak, atau adik. Ceritakan apa yang selama ini ingin kamu sampaikan kepada keluarga. Meskipun cerita tak akan mengubah apa pun, tapi dengan bercerita kamu telah membagi bebanmu seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela dalam Lomba My Family Story: Berbagi Cerita tentang Sisi Lain Keluarga berikut ini.

***

Oleh: Wike Inneke

Kala menginjak kelas 3 SMA, wanita berwibawa yang kupanggil nenek itu tiada. Nenek yang selalu berkisah tentang perang sebelum tidur dan sudah menjadi dongeng penghantar, serta nenek yang masakan penuh cintanya kurindukan. 

Kami adalah keluarga adat Jawa kuno. Meski bukan keturunan ningrat namun ajaran nenek perihal wanita harus cerdas, harus menjaga adat istiadat, unggah-unggah atau tata krama dalam bahasa Indonesia harus senantiasa terjaga.

Nenek selalu berpesan bahwa wanita cantik itu bukan hanya perkara polesan make up semata. Namun juga harus ada keindahan yang terpancar. Konsep inner beauty yang dia jaga dan ajarkan turun temurun.

Nenek selalu menggunakan kebaya lengkap dengan selendang di bahu dan jarit ketika menghadiri acara besar. Setiap kutanya apa alasannya, dia selalu berujar, "Penampilan adalah identitas seseorang, dan kita harus bangga." Sebuah sikap percaya diri yang dia tebarkan. 

Sekarang sudah 10 tahun semenjak kepergiannya. Namun aku dan keluarga yang lain masih mengenang bahkan menerapkan ajaran-ajarannya. Kelak ketika putri kecilku sudah terlahir di dunia, ingin juga kuajarkan kepadanya tentang ajaran lama wanita Jawa yang kadang sudah tergerus oleh masa. 

#WomenforWomen

1
What's On Fimela