5 Cara Tegarkan Diri Menyikapi Impian yang Tak Terwujud

Endah Wijayanti25 Jun 2022, 16:45 WIB
Diperbarui 25 Jun 2022, 16:45 WIB
childhood dan masa panen

Fimela.com, Jakarta Kita semua punya impian. Kita punya target yang ingin kita capai. Baik dalam soal pendidikan, pekerjaan, maupun pernikahan, ada impian yang pernah kita sematkan di sejumlah titik kehidupan kita. Bahkan kita pun sudah mengusahakan banyak hal untuk mewujudkan impian kita.

Hanya saja, tak semua harapan bisa terwujud. Tak semua impian bisa jadi kenyataan. Dalam hidup, kita perlu menerima berbagai hal yang tak berjalan sesuai keinginan dan harapan. Saat ada impian yang tak bisa terwujud, kita perlu bertumbuh dan berupaya untuk lebih tegar lagi.

 

 

1. Pahami bahwa Kebahagiaan Berasal dari Dalam

childhood dan majalah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/KiattisakLamchan

Mengutip buku Happiness Inside, kita sering sekali mengaitkan sebuah kebahagiaan dengan kondisi tertentu yang kita bisa peroleh dari luar. Kita berpikir bahwa jika mencapai apa yang kita inginkan maka kita akan merasa bahagia. Padahal kebahagiaan sejatinya berasal dari dalam diri sendiri. Saat ada hal yang belum bisa terwujud atau tercapai, wajar jika kita sedih tapi bukan berarti hidup kita berakhir di situ. Sebab masih ada kesempatan dan ruang yang lebih luas untuk bisa kia selami untuk merasa bahagia.

 

2. Izinkan Diri untuk Rehat

childhood dan desa
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Danai+J

Izinkan diri untuk bersedih dan mengalirkan semua perasaan tak nyaman. Rehat dan tenangkan diri. Beri diri waktu untuk memproses semuanya. Kalau ingin menyepi atau menyendiri sejenak pun tak apa. Lakukan hal yang bisa bantu tenangkan diri dan jernihkan pikiran. Yang penting jangan lukai diri atau melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

3. Ambil Jalan Baru

childhood dan rumah pohon
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Day2505

Saat sebuah impian tak terwujud, bukan berarti itu akhir dari segalanya. Bahkan bukan jalan buntu. Bisa jadi ini hanya sebuah awal baru untuk memberi petunjuk bahwa ada jalan baru yang perlu kita ambil. Ada impian baru yang perlu kita rangkai dan wujudkan. Gagalnya sebuah impian terwujud bisa jadi pertanda awal baru untuk merangkai sebuah impian baru untuk diperjuangkan.

 

4. Apresiasi Diri atas Semua Perjuangan yang Sudah Dilakukan

childhood dan es krim
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Chankowet

Tak ada usaha yang sia-sia. Tak ada perjuangan yang sia-sia. Semua pengalaman dan berbagai upaya jatuh bangun yang dirasakan, semua itu memperkaya jiwa dan hidup kita. Jadi, apresiasi diri dan berterima kasih pada diri sendiri yang sudah melakukan semua hal yang terbaik hingga saat ini.

 

5. Lanjutkan Hidup Selangkah demi Selangkah

childhood dan komidi putar
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/pnsam

Kalau segalanya terasa makin berat untuk dilakukan, cobalah untuk lanjutkan hidup selangkah demi selangkah. Setidaknya kita masih berusaha untuk bergerak dan melanjutkan hidup. Dalam proses ini, nantinya kekuatan dan ketegaran hati yang baru bisa muncul dengan sendirinya.

Terima kasih sudah berjuang dan bertahan hingga sampai ke titik ini, ya. Meski ada impian yang tak bisa terwujud, tapi bisa sampai ke fase ini sudah merupakan pencapaian sendiri yang luar biasa untukmu.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela