5 Cara Redakan Rasa Sesal saat Kehilangan Kesempatan Berharga

Endah Wijayanti27 Jun 2022, 12:15 WIB
Diperbarui 27 Jun 2022, 12:15 WIB
perempuan dan terbiasa mandiri

Fimela.com, Jakarta Ketika kehilangan sebuah kesempatan berharga, kita bisa merasa sangat menyesal. Rasa sesal luar biasa bisa terus menerus menghantui kita ketika melewatkan atau kehilangan sebuah peluang penting. Bahkan ketika melangkah ke depan, rasanya hati ini masih sangat berat.

Berdamai dengan rasa sedih dan sesal ketika melewatkan sebuah kesempatan yang berharga memang butuh waktu dan proses. Biasanya makin kita menekan dan menolaknya, makin sulit untuk berdamai dengan keadaan. Untuk itu kita bisa coba sejumlah pendekatan lain untuk berdamai dengan rasa sesal yang ada.

 

1. Ingatkan Diri bahwa Badai Sudah Berlalu

aku uang dan perempuan santai
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Tong_stocke

Haruki Murakami dalam Kafka on the Shore menulis, "...setelah badai berlalu, kau tidak akan ingat bagaimana caramu melewatinya, caramu bertahan. Kau bahkan tidak bisa sepenuhnya yakin bahwa badai itu sudah benar-benar berlalu. Tapi yang jelas saat kau selamat dari badai, kau bukan orang yang sama lagi. Memang itulah tujuan badai." Kita bisa menganggap kesempatan yang kita lewatkan serupa badai yang sudah berlalu. Pada saatnya menghadapinya kita memang porak poranda, tapi kini itu sudah berlalu. Jadi, tarik napas dan embuskan perlahan lalu fokus pada hal yang bisa dilakukan dan dijalani hari ini.

2. Maafkan Diri Sendiri

mandiri matang cantik bahagia
ilustrasi perempuan dewasa/Sirirach samath/Shutterstock

Ini mungkin proses yang cukup sulit. Memaafkan diri sendiri bisa diliputi dengan berbagai macam pergumulan batin. Namun, tetap jalani proses untuk senantiasa sembuh. Maafkan diri sendiri. Hilangnya atau lewatnya sebuah kesempatan berharga bukan akhir dari segalanya. Memang bisa membuat kita terpuruk, tapi bukan berarti keterpurukan itu akan terus menetap di dalam diri.

 

3. Anggap Fase Ini sebagai Proses Bertumbuh

perempuan serius
ilustrasi berpikir/copyright by Twinsterphoto/Shutterstock

Mengutip buku How to Love, growing pain atau nyeri pertumbuhan mengacu pada proses kita bertumbuh melalui rasa sakit atau pengalaman yang tidak nyaman. Kehilangan sebuah kesempatan memang menyakitkan. Kita pun terus berandai-andai "jika begini dan begitu", tetapi coba anggap itu sebagai bagian dari proses bertumbuh. Bertumbuh untuk jadi pribadi yang lebih kuat dan bijak lagi.

4. Temukan Arah Baru dalam Hidup

sembunyi di balik selimut
ilustrasi perempuan bingung di tempat tidur/chingyunsong/Shutterstock

Kehilangan sebuah kesempatan mungkin membuat kita kehilangan sebuah arah. Akan tetapi, bukan berarti kita akan tersesat selamanya. Kita masih bisa menemukan arah baru dalam hidup. Hilangnya sesuatu membuat kita bisa termotivasi untuk menemukan atau menciptakan sesuatu yang baru.

 

 

5. Lakukan Hal Berbeda yang Belum Pernah Dicoba

perempuan bingung
ilustrasi perempuan sedih/maruco/Shutterstock

Kadang kita perlu menyibukkan diri dengan hal berbeda agar tidak terus tenggelam dalam penyesalan. Berkubang dalam penyesalan bisa menghambat kita untuk temukan kesempatan baru. Maka dari itu, bersedih secukupnya tetapi setelah itu coba perlahan melangkah lagi ke depan.

Semoga kita bisa kembali kuat dan bangkit ya. Apa pun kesempatan yang hilang dan terlewat di masa lalu, semoga hati kita bisa lebih lapang dalam menerima segalanya.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela