Keluarga Selalu Hadirkan Cinta yang Utuh meski Kadang Tak Sempurna

Endah Wijayanti28 Jun 2022, 15:35 WIB
Diperbarui 28 Jun 2022, 15:35 WIB
cinta ibu dan pekerja keras

Fimela.com, Jakarta Di bulan Juni ini, Fimela mengajakmu untuk berbagi cerita tentang keluarga. Untuk kamu yang seorang ibu, anak, mertua, menantu, kakak, atau adik. Ceritakan apa yang selama ini ingin kamu sampaikan kepada keluarga. Meskipun cerita tak akan mengubah apa pun, tapi dengan bercerita kamu telah membagi bebanmu seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela dalam Lomba My Family Story: Berbagi Cerita tentang Sisi Lain Keluarga berikut ini.

***

Oleh: Asyifa HK

Terlahir sebagai seorang anak perempuan di rumah yang selama ini saya tinggali, sebagai orang yang selalu menjadi bagian tentang keluarga saya, ada ayah, ibu, kakak, nenek, dan beberapa sosok dalam keluarga saya yang berharga. Rasanya begitu jarang bahkan hampir tidak pernah saya luangkan waktu untuk menuliskan tentang mereka, hal yang menjadi rumah besar bagi saya meski tempat kami ini kecil. Hari-hari kemarin yang belum sempat saya luangkan untuk menuliskan tentang mereka, kali ini perkenankan saya untuk melakukan hal itu. Perkenankan saya untuk menuliskan betapa mereka berharga bagi saya.

Keluarga saya yang terkasih, mungkin tulisan ini baru saja bahkan lambat dibuat. Namun cinta saya terhadap kalian sepanjang waktu semenjak saya menjadi bayi kecil yang tangisannya menghiasi rumah kita.

Semenjak saat itu sampai saat ini, saya menjadi bagian rumah kalian yang penuh cerita. Cerita saya yang selalu terselip cinta serta kasih sayang tak hingga kepada kalian. Hari-hari yang kita lalui tak selamanya mudah, dan saya tahu itu adalah bagian dari hidup. Pun haru-hari bahagia penuh suka cita tentang kita dan rumah kita disini yang selalu menjadi tempat pulang kemana pun saya pergi.

Betapa banyak hal berat yang kita alami, bahkan sampai mengubah beberapa hal yang sempat menjadi cerita kita sebelum ini. Kejadian demi kejadian terjadi bersamaan banyak hal yang mengubah kita.

Saya menyadari hal itu, dan saya tahu kalian pun menyadarinya. Tapi memang seperti itu adanya bukan? Hidup selalu membawa kita pada beberapa hal yang sulit diterima nalar.

Alih-alih menyadari, tapi ternyata cerita cerita yang kita alami membawa banyak perubahan tanpa kita sadari saat ini. Saya sedih, saya rindu masa dulu, saya ingin mengulang masa dulu. Namun saya sadar bahwa seperti inilah kehidupan yang akan terus membawa saya entah ke mana.

 

Keluarga yang Selalu Ada

cinta ibu dan kasih sayangnya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Onchira+Wongsiri

Meski saya ingin, tetapi saya tidak berdaya di hadapan takdir. Dan kesadaran saya membawa saya akan penerimaan tentang segalanya. Meski tak sama, saya percaya bahwa cinta kita semua tak pernah berubah. Kasih sayang dan segalanya masih sama seperti saat kalian menunggu tangisan saya sewaktu bayi. 

Kesedihan saya berbuah penerimaan pada akhirnya. Menerima akan cerita-cerita keluarga yang memberatkan saya dan kita dalam satu atap. Meski berat, namun kita masih utuh. Meski tak sama, namun tawa itu selalu hadir di tengah-tengah cerita kita.

Meski kini bukanlah dahulu yang indah, saya tidak akan marah. Tidak apa-apa, melihat kita masih bersama dalam satu atap pun itu lebih dari cukup. Dan saya melihat hal berharga yang sempat saya lupakan bahwa, meski beberapa hal yang memberatkan kita, namun kita tetap memiliki rumah untuk pulang. Meski setiap kepulangan tidak berakhir suka cita, tapi saya percaya bahwa setiap rumah selalu terlibat cinta dan kasih sayang. Pun saya bersama rumah dalam keluarga saya.

Saya selalu ingat kalimat 'kita tidak bisa memilih untuk terlahir dalam orang tua dan keluarga seperti apa' ya, benar sekali. Kalimat itu menyadarkan saya bahwa pilihan Tuhan menghadiahkan keluarga ini kepada saya adalah bentuk kasih sayangnya.

Saya tidak menyesal bahkan kecewa atas pilihan yang bukan datang dari diri saya. Namun saya tahu, bahwa setiap hal yang telah di pilih untuk saya adalah bagian hidup yang sepatutnya saya syukuri. Memiliki keluarga yang luar biasa, menjadikan sosok kuat di setiap episodenya. Menjadikan saya sebagai gadis seperti saat ini, sosok yang katanya menjadi kebanggaan mereka.

Tuhan, terima kasih atas pilihan-Mu. Terima kasih atas malaikat-malaikat yang engkau pilih untuk peran saya di bumi ini. Mereka adalah kepulangan saya sebelum saya kembali pulang untuk yang sebenarnya.

Terima kasih telah menghadiahkan mereka untuk saya. Dan untuk keluarga saya, terima kasih atas kalian yang selalu membersamai cerita dengan saya. Terima kasih atas ajaran hebat dan segala hal tanpa pamrih yang telah diberikan kepada saya. Meski dunia ini berakhir, saya akan tetap mencintai kalian sampai kapan pun

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela