Alami Pelecehan Seksual di dalam Kereta Api? Laporkan Saja ke Sini!

Febi Anindya Kirana29 Jun 2022, 14:45 WIB
Diperbarui 29 Jun 2022, 14:45 WIB
naik kereta api transportasi

Fimela.com, Jakarta Pelecehan seksual pada perempuan yang terjadi akhir-akhir ini di dalam kereta api sepertinya mendapatkan perhatian serius dari pihak KAI. Bagaimana pun, tidak ada seorang pun yang pantas mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan ini.

Kejadian yang kemudian menjadi pembahasan viral di kalangan masyarakat ini sudah seharusnya dicegah dan dihentikan, salah satunya adalah dengan mengetahui kepada siapa orang yang mengalami pelecehan harus mengadu.

Laporkan pada kondektur yang sedang bertugas

perempuan pakai masker di kereta
Ilustrasi/Shutterstock.com/DG FotoStock

Dilansir dari Liputan6.com, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak akan memberikan ruang untuk tindakan Pelecehan Seksual di Kereta Api. Joni Martinus selaku VP Public Relations KAI mengatakan bahwa kasus tindakan pelecehan seksual bukanlah sebuah kasus yang sepele, namun hal ini menyangkut mental dan hak orang lain yang direnggut paksa oleh pelaku yang semena-mena.

Agar bisa melindungi diri dari tindakan pelecehan seksual yang terjadi di dalam kereta api, cara yang disarankan oleh KAI adalah segera melapor kepada kondektur yang sedang bertugas saat itu melalui nomor telepon yang tertera di ujung kabin kereta. Selain itu, pelanggan juga dapat mengirimkan laporannya ke Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Pelanggan berhak untuk bersikap tegas

mudik orangtua bayi perjalanan
ilustrasi ibu dan anak naik kereta/Odua Images/Shutterstock

Joni Martinus mengungkapkan, pelanggan berhak untuk bersikap tegas, apalagi jika disentuh oleh orang yang tidak dikenalnya. Petugas akan segera melakukan tindakan tegas terhadap laporan yang diberikan. Pihak KAI juga akan bertindak proaktif dalam melindungi korban serta menindak pelaku kekerasan seksual pada layanan kereta api.

KAI menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, bagi siapa saja yang melakukan tindakan asusila dan/atau kekerasan seksual akan mendapatkan hukuman berat. Jika terdapat hal yang mengganggu kenyamanan di area stasiun atau perjalananan kereta api, segera laporkan kepada petugas KAI. KAI berkomitmen untuk selalu menciptakan transportasi yang aman, nyaman, dan sehat untuk semua pelanggan kereta api.

Semoga pelecehan seksual di atas kereta api maupun di dalam transportasi umum lainnya tidak terulang lagi dan bisa ditindak tegas ya Sahabat Fimela.

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela