9 Penyebab Mood Berubah-Ubah yang Bikin Tak Nyaman

Vania Al kautsar03 Jul 2022, 15:54 WIB
Diperbarui 03 Jul 2022, 15:54 WIB
sedih putus merenung

Fimela.com, Jakarta Perubahan suasana hati atau emosi pada seseorang dapat berubah secara tiba-tiba, perubahan suasana hati atau mood biasany cepat dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan hingga PMS.

Peruubahan suasana hati atau dikenal sebagai “mood dan moodyan” mereka dapat mengganggu dan merasa frustasi. Selain itu seseorang yang merasa moodyan akan mengalami perubahan yang mendadak atau intens dalam keadaan emosional.

Fenomena “moody atau mood swin” inilah yang kerap terjadi pada banyak orang terutama perempuan, biasanya orang akan menggambatkan perubahan suasana hati sebagai “roller coaster” atau perasaan dari kebahagiaan dan kepuasaan hingga kemarahan, lekas marah, bahkan Depresi. Berikut beberapa penyebab mood yang berubah-ubah:

1. Kurang Tidur

Insomnia - Vania
Ilustrasi Insomnia/https://unsplash.com/Kinga Cichewicz

Otak dan tubuh akan merasakan relaksasi setelah kita istirahat dan tertidur, jika tidak cukup istirahat maka tidur tidak dapat menyegarkan sepenuhnya. Saat kita kurang tidur, mungkin akan merasakan stress dan frustasi atau bahkan mengalami mood swing, hal ini tentu cenderung buruk bagi beberapa orang yang mengalaminya.

2. Hormon

Saat sedang menjalani hormon, mungkin kita akan merasa sangat kesal atau marah tanpa alasa. Setiap kali tubuh membuat hormon dalam jumlah yang lebih besar atau kecil, maka suasana hati mungkin akan naik dan turun. Hal ini yang dapat terjadi ketika tubuh menghasilkan lonjakan banyak hormon saat melewati masa pubertas.

3. Kehamilan

Mual saat hamil
ilustrasi/copyright shutterstock.com

Saat sedang hamil, tentu akan menghasilkan lebih banyak hormon untuk membantu tubuh dan tumbuh dalam memberi makan bayi. Lonjakan ini ternyata dapat mempengaruhi suasana hati, beberapa ibu hamil terkadang akan lebih sering menangis, tertawa, dan merasakan hal biasa.

Beberapa perempuan yang mengalami depresi selama masa kehamilan atau setelah bayi lahir, maka akan membuat kadar hormon turun dengan cepat.

4. PMS

PMS atau menstruasi pada perempuan akan membuat mereka mengalami mood swing, selain itu saat PMS perempuan akan merasakan beberapa gejala seperti kram, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

PMS juga dapat membuat seseorang merasa sedih atau murung, tanpa adanya pemicu yang jelas. Hal ini juga berkaitan dengan kadar hormon tertentu yang dapat turun pada waktu sebulan. Setelah selesai masa mesntruasi, tentu akan membuat kadar hormon mulai meningkat dan membantu gejala tersebut hilang.

5. Menopause

Menopause - Vania
Ilustrasi Menopause/https://www.shutterstock.com/pixelheadphoto digitalskillet

Seseorang perempuan akan mengalami masa menopause saat memasuki usia 40 tahun lebih, pada masa ini tubuh akan membuat hormon jauh lebih sedikit daripada sebelumnya.

Penurunan ini juga dapat menyebabkan sejumlah gejala sepertu hot flashes, masalah tidur, dan perubahan suasana hati. Perubahan gaya hidup, seperti diet yang lebih sehat, lebih banyak tidur, atau lebih banyak berolahraga dapat membantu suasana hati.

6. ADHD

Jika kamu memiliki Attention Deficit Hyperractivity Disorder (ADHD), mungkin tidak dapat mengontrol implus dengan baik. Seseorang akan cenderung marah atau frustasi secara tiba-tiba, bahkan tentang hal-hal kecil seperti mengantri di lampu lalu lintas. Seseorang yang memiliki ADHD lebih cenderung akan mengalami depresi atau memiliki masalah lain yang berhubungan dengan suasana hati.

7. Kafein

perempuan minum kopi mendengarkan musik
ilustrasi santai bahagia/Nata Bene/Shutterstock

Kopi, soda, dan minuman lain yang mengandung banyak kafein terkadang dapat meningkatkan mood sekaligus memberi kita energi. Karena kafein dapat merangsang sistem saraf dan membuat seseorang merasa lebih waspada dari biasanya. Jika kamu sering menggunakannya, maka tubuh akan terbiasa dengan efek sampinya.

8. Terlalu Banyak Gula

Ternyata makan terlalu banyak gula halus, seperti sirup jagung fruktosa tinggi maka dapat mempengaruhi fungsi otak. Hal ini juga bisa mempengaruhi suasan hati, bahkan dapat memperburuk gejala gangguan mood seperti depresi.

9. Depresi

perempuan bekerja stres
Ilustrasi/Shutterstock.com/Doucefleur

Depresi merupakan salah satu jenis gangguan mood, jika kamu merasa depresi terkadang akan merasakan sedih dan putus asa. Selain itu mungkin saja kamu akan kehilangan minat dan beberapa hal yang dapat dinikmati.

Itulah beberapa penyebab seseorang sering berubah mood, hal ini terkadang dapat menganggu aktivitas bahkan saat bersama dengan orang. Ada banyak hal yang dapat kamu kurangi untuk mengatasi masalah mood swing yang kamu rasakan.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela