5 Cara Tabahkan Hati saat Merasa Dikucilkan

Endah Wijayanti05 Jul 2022, 14:45 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 14:45 WIB
perempuan dan tegar saat dikucilkan

Fimela.com, Jakarta Ketika dikucilkan di suatu tempat atau oleh orang-orang di sekitar kita, pastinya ada rasa sedih yang kita rasa. Perasaan tidak dianggap ada oleh orang-orang di sekitar kita bisa membuat kita merasa jadi orang yang paling menyedihkan. Bahkan kita merasa hidup kita sudah tidak berharga lagi.

Sebelum makin berlarut-larut dalam rasa sedih, kita masih bisa mengupayakan sejumlah hal untuk menguatkan diri lagi. Kita bisa tegarkan hati dan mencoba untuk lebih tabah lagi. Berikut ini lima cara yang bisa dicoba.

 

 

 

1. Coba Hal Baru untuk Memperbaiki Suasana Hati

tegarnya hidup perempuan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/lookstudio

Saat sedang bersedih, ada dorongan yang membuat kita ingin mengubah kondisi buruk menjadi lebih baik. Demi bisa keluar dari kesulitan atau kondisi yang kurang menyenangkan dari kesedihan yang kita rasakan, kita pun terdorong untuk lebih termotivasi melakukan upaya-upaya baru untuk memperbaiki keadaan. Ketika merasa dikucilkan, cobalah untuk mencoba hal baru untuk memperbaiki suasana hati. Sebab fokus kita saat ini adalah diri kita sendiri agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

2. Terima Semua Emosi yang Mengalir di Dalam Diri

perempuan dan tegar lagi
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/theshotsco

Perasaan sedih, kesal, atau kecewa karena dikucilkan adalah perasaan yang valid. Kita bisa menerima semuanya dengan apa adanya agar kita tak makin tersiksa atau makin stres dengan situasi yang ada. Mengutip buku How to Love, saat ada emosi negatif, bagian otak yang disebut amigdala akan menjadi aktif. Amigdala ini berhubungan erat dengan sistem saraf otonom yang mengontrol detak jantung dan pernapasan. Jadi, wajar jika jantung akan makin berdebar-debar bahkan napas sesak saat kita dikuasai emosi negatif. Cobalah untuk tarik napas perlahan dan atur kembali cara kita bernapas untuk bisa menghadirkan rasa tenang dan nyaman di dalam diri.

3. Buat Strategi Baru dalam Hidup

perempuan dan upaya tegar
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/GiantPixsPhotogarph

Hadirkan semangat dan harapan baru. Caranya bisa dengan membuat rencana atau strategi baru dalam hidup agar kita bisa tetap berdaya dan membuat pencapaian baru dalam hidup. Jangan biarkan orang yang mengucilkan kita jadi merasa puas atau bahagia dengan melihat kita nelangsa. Bersedih secukupnya, lalu setelah itu bangkit lagi dengan harapan baru.

 

4. Gali dan Asah Potensi Diri

perempuan tulang punggung keluarga
Menjadi perempuan tegar./Copyright shutterstock.com/g/chevanon

Kita memang tak pernah bisa mengatur perasaan atau respons orang lain terhadap kita. Saat orang-orang mengucilkan kita karena alasan yang menurut kita tak masuk akal, ya sudah biarkan saja. Kini, cobalah untuk fokus pada hal-hal yang masih ada dalam kendali kita. Pada hal-hal yang masih bisa kita kerjakan dan tingkatkan lagi, seperti menggali dan mengasah potensi serta kelebihan diri.

5. Ciptakan Support System Sendiri

perempuan dan tabah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/MALOADDER

Daripada terus merasa sedih berada di tengah orang-orang yang membuatmu merasa dikuclkan, ada baiknya kita menjaga jarak. Kita berhak mendapatkan ketenangan dengan cara kita sendiri. Kita bisa ciptakan support system kita sendiri dengan lebih mendekatkan diri menjalin komunikasi dengan orang-orang yang sudah terbukti menerima dan menyayangi kita apa adanya.

Yuk, tetap semangat jalani hidup. Tetaplah lakukan yang terbaik dalam hidup. Tak perlu bersedih terlalu di situasi yang sebenarnya bisa mendewasakan kita.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela