Sukses

Lifestyle

Biaya Pernikahan yang Dihabiskan Orang Kaya Inggris Hingga Mampu Menjadikan Lady Gaga Bintang Tamu

Fimela.com, Jakarta Persiapan pernikahan memang cukup banyak, mulai dari lokasi, gaun, dekorasi, cathering, dan masih banyak lagi hal yang perlu dipikirkan. Bahkan harus mengeluarkan budget yang cukup banyak dari akad hingga resepsi.

Namun bagaimana pernikahan bagi miliarder? Apa saja yang dipersiapkan dan berapa budget yang dikeluarkan? 

Nah, baru-baru ini Alan Howard yang dikenal sebagai pendiri Brevan Howard Asset Management dan miliarder Inggris ini baru saja melangsung pernikahan keduanya bersama Caroline Byron.

Dikenal menjadi sosok yang sederhana, namun saat pernikahan berlangsung ia pun menjadi sorotan publik, bagaimana tidak ia mampu mengundang penyanyi ternama Lady Gaga yang dibayar lebih dari USD 1 juta. Serta mengundang banyak tamu bertabur bintang kedalam upacara pernikahan Yahudi.  

Melansir liputan6.com dari South China Morning Post, pernikahannya menghabiskan biaya USD 12 juta atau sekitar Rp 180,3 miliar.

Sebenarnya Howard dan Byron resmi mengikat simpul pada awal 2020, tetapi keduanya baru mengadakan pesta pernikahan belum lama ini.

Howard yang kini berusia 59 tahun sebelumnya menikah dengan seorang perempuan berkebangsaan Prancis bernama Sabine. Dari hasil pernikahannya itu, mereka memiliki empat anak.

Kemudian Howard dan Byron resmi menikah pada awal 2020 saat di tengah pandemi. Namun, pesta pernikahannya baru diadakan di kawasan resor Lake Como belum lama ini dan menelan biaya sekitar USD 12 juta.

Howard memesan mansion tepi danau, Villa Olmo, dan menutupnya selama sekitar satu bulan untuk persiapan pernikahan, menurut media Inggris. Namun, langkah itu membuat marah penduduk setempat karena tempat itu milik publik, justru ditutup selama 27 hari.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Caroline Byron (@simplycaro)

Sumber kekayaan Howard

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Times of Crypto (@timesofcryptoo)

Perusahaan yang didirikannya sejak 2002 Howard bergerak di bidang dana lindung nilai Eropa yang berspesialisasi dalam perdagangan makro, menurut Forbes.

Perusahaan ini mencapai keuntungan hingga USD 40 miliar pada tahun 2013 dan dikenal sebagai salah satu dana lindung nilai makro top dunia.

Melalui situs web aset digital eksklusif The Block, Howard telah berbicara tentang keterlibatannya yang luas dalam dunia cryptocurrency. Dia menekankan “pentingnya berada di arena” untuk sepenuhnya memahami kejadian di dunia cryptocurrency.

Dalam wawancara Howard membahas “cakupan investasi pasar publik dan swasta, ekuitas dan token, ekosistem terpusat dan terdesentralisasi, dan bahkan, meskipun dalam kapasitas pribadi, token non-sepadan (NFT) dan seni generatif".

Pada 2010, Howard membeli lukisan Claude Monet tahun 1899 berjudul Japanese Footbridge di atas Water-Lily Pond, Giverny seharga USD 43 juta dari galeri ternama di London.

 

#women for women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading