5 Bukti Dirimu Perempuan Kuat meski Masalah Datang Silih Berganti

Endah Wijayanti03 Agu 2022, 14:15 WIB
Diperbarui 03 Agu 2022, 14:15 WIB
surat ayah dan titip rindu

Fimela.com, Jakarta Masalah hidup bisa datang silih berganti. Bahkan saat satu persoalan baru saja selesai, bisa muncul persoalan lain yang tak kalah berat. Walau kita masih jauh dari sempurna dalam menyelesaikan setiap masalah, di dalam diri kita ada jiwa yang kuat dan tangguh.

Masalah yang hadir justru menjadi bagian dari prosesmu untuk tumbuh jadi pribadi yang lebih dewasa lagi. Berikut ini lima tanda umum bahwa mental kuat dan jiwa yang tegar di dalam dirimu. Mari simak uraiannya di bawah ini.

 

 

1. Mampu Beradaptasi dengan Perubahan

surat ayah dan potongan cerita
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vanatchanan+Buahom

Perubahan yang hadir karena masalah yang datang silih berganti kamu sikapi dengan tangan terbuka. Melansir laman personalitybuzz.com, orang-orang bermental kuat menghabiskan banyak waktu dalam hidupnya beradaptasi pada perubahan. Beradaptasi pada realitas-realitas baru bisa membuat tubuh dan pikiran lebih kuat lagi.

 

 

2. Tidak Gampang Panik

surat ayah dan rindu bapak dulu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Tinapob+Proongsak

Rasa cemas dan gelisah dengan persoalan yang tak ada habisnya kadang hadir. Namun, kamu senantiasa mengedepankan pentingnya berpikir jernih dan tenang saat menghadapi masalah. Tidak gampang panik menjadi kelebihan dirimu, dan ini membantumu untuk bisa bertahan di masa-masa sulit.

 

3. Jarang Mengeluh

surat ayah dan kebersamaan singkat
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Mrsiraphol

Sesulit apa pun masalah yang menghampiri, kamu jarang mengeluh. Kamu menyadari bahwa masalah tak serta merta selesai dengan sendirinya hanya dengan keluhan. Mengutip buku Meditations, "Segala peristiwa dalam hidupmu terjadi demikian adanya karena kau mampu menghadapinya dengan ketahanan alamimu, atau bisa juga tidak. Jadi, jika itu adalah peristiwa yang mampu kauhadapi, jangan mengeluh, tetapi hadapilah, seperti kau dilahirkan untuk menghadapinya." Kalau pun ada masalah yang belum bisa kita atasi, kita mencoba untuk berdamai dengan keadaan dan menjaga pikiran positif untuk tetap tenang.

4. Memiliki Hal untuk Ditekuni

surat ayah dan belajar memaafkan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/lingtsyr

Mengutip buku The Atlas of Happiness, ada istilah menarik terkait definisi kebahagiaan dari Yunani, yaitu "meraki". Istilah meraki bisa diartikan bahwa bahkan pada hari-hari ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan (ketika segala sesuatunya terasa sulit atau bahkan membosankan) kita memiliki sesuatu untuk dinanti-nantikan. Saat kita masih bisa menekuni sesuatu dan mendapatkan kepuasan batin dari hal tersebut, maka kita akan selalu punya kekuatan untuk bertahan di masa-masa sulit.

 

 

5. Punya Cara Sendiri untuk Bahagia

surat ayah dan belajar memaafkan 2
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/nampix

Kamu selalu punya cara sendiri untuk bahagia. Saat tak bisa bergantung pada orang lain untuk membuatmu bahagia, kamu secara mandiri melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri. Ketika belum ada situasi besar yang membuatmu senang, kamu melakukan hal-hal sederhana untuk mendatangkan kebahagiaan sendiri.

Semoga kita semua selalu punya kemampuan untuk berjuang dan bertahan di masa-masa sulit, ya. Terima kasih sudah melakukan yang terbaik hingga saat ini.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela