Diary Fimela: Kisah Kattoen Sukses Manfaatkan TikTok untuk Pasarkan Produk

Nabila Mecadinisa16 Agu 2022, 16:30 WIB
Diperbarui 16 Agu 2022, 16:30 WIB
Kattoen

Fimela.com, Jakarta Kemajuan teknologi di era modern mendorong para pelaku UMKM atau brand lokal untuk melakukan digitalisasi ekonomi. Selain menjangkau market yang lebih luas, digitalisasi melalui teknologi ini juga bisa mempermudah segala aspek kebutuhan bisnis. 

Digitalisasi UMKM sendiri merupakan perubahan pola konvensional menjadi lebih modern guna mendorong efektivitas dan efisiensi bisnis. Salah satu contohnya yakni memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial untuk menjajakan produk bisnisnya. 

UMKM juga menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang memberi sumbangsih besar bagi negara. Untuk itu, digitalisasi diperlukan untuk mendorong kemajuan sektor UMKM. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial, TikTok.

Teknologi jadi hal penting

Kattoen
Simak bagaimana Kattoen manfaatkan Tiktok untuk tingkatkan omzet.

"Karena tuntutan perkembangan zaman di era digital ini, melek teknologi menjadi hal penting. Pelaku usaha mau tidak mau harus terjun dalam digitalisasi dan perlahan mengubah cara konvensional dalam berbisnis. Tak hanya marketplace, sekarang media sosial juga bisa jadi lahan basah memperluas bisnis," kata Rizky Setyo Owner Kattoen. 

Pemilik brand fashion lokal asal Malang ini menuturkan, Kattoen sendiri sudah mulai merambah ke bisnis online sejak 2018. Kala itu Kattoen menggunakan website official sebagai platform berjualan online. 

Seiring berjalannya waktu, Kattoen terjun dalam pasar yang lebih luas, yakni melalui marketplace dan media sosial di tahun 2019. Dari hasil merambah pasar online, Kattoen berhasil meningkatkan pendapatan mereka. 

"Nah di awal 2022 ini kami kemudian menyadari betapa pentingnya menggunakan media sosial TikTok. Aplikasi ini memang tengah booming beberapa waktu belakangan dan digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia terutama di usia produktif. Di Februari 2022 kami coba masuk ke sana," jelas Rizky. 

Setelah memahami beragam fitur yang tersedia di TikTok, brand lokal yang berdiri sejak 2016 ini mencoba memaksimalkan penjualan di sana. Melalui konten video dan fitur fiturnya, Kattoen berhasil meningkatkan omzet berkali-kali lipat di tahun pertama bergabung dengan TikTok. 

Tingkatkan omzet hingga 50 persen

Kattoen
Simak bagaimana Kattoen manfaatkan Tiktok untuk tingkatkan omzet.

"Setelah menggunakan platform ini Kattoen berhasil meningkatkan keuntungan hingga 50 persen. Ini tentu menjadi hal yang sangat positif bagi Kattoen untuk terus mengenalkan produk dan melakukan ekspansi segmentasi," urainya. 

Menurut Rizky, TikTok menjadi platform yang mudah digunakan dan ramah UMKM. Sebab, selain menjadi 'tempat nonkrong visual' anak muda, TikTok juga menyediakan fitur TikTok Shop yang memudahkan para pelaku usaha berjualan. 

Belum lagi, konten yang diunggah di TikTok tak melulu konten dengan effort tinggi atau menguras tenaga. Selama konten tersebut dibuat menarik, akan banyak dilihat. 

“Fitur pada TikTok juga membantu kami para pelaku usaha untuk meningkatkan engagement dengan konsumen. Para konsumen bisa bertanya di sana dan kami bisa menjawabnya langsung. Jadi komunikasi jadi lebih mudah," ungkap Rizky. 

Ia pun berharap melalui aplikasi ini, Kattoen bisa terus berkembang dan menemukan market baru. Rizky juga mengimbau supaya para pelaku usaha khususnya UMKM untuk selalu adaptif terhadap perubahan yang sangat cepat ini. 

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela