5 Cara Berdamai dengan Pengalaman Pahit Ditinggal Seseorang

Endah Wijayanti19 Agu 2022, 11:45 WIB
Diperbarui 19 Agu 2022, 11:45 WIB
perempuan mandiri

Fimela.com, Jakarta Pengalaman ditinggal seseorang bisa meninggalkan luka yang sangat dalam. Bahkan bisa memberi trauma yang membuat kita enggan membuka hati untuk seseorang yang baru. Perasaan takut ditinggalkan kembali menghambat kita untuk membuka lembaran baru.

Agar kita bisa tetap melanjutkan hidup dengan lebih baik, kita perlu berdamai dengan pengalaman pahit yang ada. Walau melupakan pengalaman tersebut tampak sulit dilakukan, tetapi kita bisa melakukan sejumlah upaya untuk mengambil hikmahnya dan melanjutkan hidup dengan semangat yang baru. Berikut ini lima cara yang bisa dicoba agar tidak terus menerus terpuruk dalam kesedihan.

 

 

1. Lepaskan Diri dari Belenggu Masa Lalu

perempuan dan menjadi mandiri
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/PRImageFactory

Yang berlalu sudah berlalu. Pengalaman pahit yang ada sudah berlalu. Walau rasa sakitnya masih terasa, anggap saja bahwa itu proses untuk memulihkan luka yang pernah ada. Mengutip buku How to Love, tidak ada orang yang mau terjebak dengan masa lalu untuk waktu yang lama. Jangan sampai kita menyia-nyiakan masa kini hanya karena masih merasa terjebak di masa lalu. Jadi, terima pengalaman yang pernah terjadi di masa lalu, ambil hikmahnya, dan fokus jalani hari ini.

 

 

2. Jalani Tahapan demi Tahapan Pemulihan Diri

perempuan mandiri
ilustrasi perempuan /KaptureHouse/Shutterstock

Ada lima tahapan penerimaan sebagaimana tahapan kesedihan yang dijelaskan oleh psikolog Elisabeth Kubler Ross. Lima tahapan tersebut meliputi penyangkalan terhadap perpisahan (denial), marah atas apa yang terjadi pada diri (anger), menawar tentang cara lain (bargaining), Depresi yang dipenuhi dengan pikiran negatif dan perasaan tidak berdaya (depression), dan menerima terhadap apa yang telah terjadi (acceptance). Beri diri waktu dan kesempatan untuk melewati setiap tahapan tersebut dengan tekad yang lebih kuat.

 

 

3. Lepaskan Amarah

perempuan bekerja awet muda mandiri tersenyum bahagia
ilustrasi ramah cantik/polkadot_photo/Shutterstock

Kadang yang membuat kita sulit untuk menerima keadaan yang telah terjadi adalah karena masih merasa marah. Saat kita masih belum bisa melepas amarah, maka kita akan kembali berputar ke sikap menyangkal. Ketika seseorang meninggalkan kita, wajar jika kita marah. Namun, jangan sampai rasa marah yang dipendam terlalu lama malah meracuni kita. Coba untuk lepas amarah yang ada. Lapangkan hati dan maafkan segalanya untuk redakan amarah yang ada di dalam dada.

 

 

4. Cari Bantuan yang Diperlukan

mandiri dewasa bahagia paruh baya
ilustrasi perempuan/Dragon Images/Shutterstock

Kalau merasa kewalahan untuk memproses keadaan yang ada, silakan cari bantuan. Mencari sahabat atau teman yang bisa diajak curhat bisa jadi pertolongan pertama untuk bantu ringankan hati dan perasaan. Bisa minta bantuan ke psikolog atau psikiater jika merasa kondisi mental kita tak kunjung membaik saat kondisi mental kita makin terpuruk setelah ditinggal seseorang.

 

 

5. Hadirkan Lebih Banyak Cinta untuk Diri Sendiri

mandiri matang cantik bahagia
ilustrasi perempuan dewasa/Sirirach samath/Shutterstock

Saat ditinggalkan seseorang, kita perlu memperhatikan kondisi kita lebih baik lagi. Hadirkan cinta yang lebih banyak untuk diri sendiri. Mengutip buku How to Respect Myself, jika kita mencintai diri sendiri maka hidup akan menjadi lebih mudah. Kita merasa seperti ada yang menemani meskipun berjalan sendirian. Kita tidak terlalu terganggu walaupun merasa kesepian sebab ada diri sendiri yang selalu menemani setiap langkah kita.

Terima kasih sudah berjuang dan bertahan hingga sekarang. Semoga pengalaman pahit yang ada menghadirkan kekuatan baru untuk jalani hidup dengan hati yang lebih tangguh.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela