Burnout dan Stres, Apa Perbedaannya?

Fimela Reporter20 Agu 2022, 10:15 WIB
Diperbarui 20 Agu 2022, 10:15 WIB
Burnout dan Stres, Apa Perbedaannya?

Fimela.com, Jakarta Stres merupakan kondisi yang umum diraskaan banyak orang. Stres dapat bertahan sementara waktu atau bahkan bertumpuk dan menjadi tak terkendali. Dilansir dari PsychCentral, stres adalah respon alami tubuh saat mengalami tekanan internal atau eksternal. Ketika seseorang mengalami stres terus-menerus, besar kemungkinan akan mengalami stres kronis. Untuk menghindari hal ini, penting bagi seseorang untuk dapat mengelola stres sejak awal.

Banyak orang menganggap stres dan burnout adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki sedikit perdebaan. Burnout sendiri adalah suatu kondisi kelelahan fisik dan mental yang dialami seseorang. Bila tidak ditangani, burnout dapat menyebabkan Depresi.

Ada beberapa persamaan dan perbedaan pada gejala stres kronis dan burnout. Simak penjelasan berikut ini.

Persamaan Stres Kronis dan Burn Out

Burnout dan Stres, Apa Perbedaannya?
Burnout dan Stres, Apa Perbedaannya?/Credit: pexels.com/Ivan

Efek fisik yang dirasakan bila mengalami stres kronis dan burnout antara lai :

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Perubahan pola tidur
  • Sembelit atau diare
  • Sesak napas
  • Sistem kekebalan tubuh menurun

Sedangkan efek emosional dan mental antara lain:

  • Kurang motivasi
  • Mudah marah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah lupa
  • Cenderung mudah menangis

Lalu Apa Perbedaan Keduanya?

burnout
Ilustrasi stress dan burnout/copyrightshutterstock/fizkes

Dilansir dari PsychCentral, penelitian mengatakan bahwa burnout atau kelelahan adalah ujung dari stres yang menumpuk dan tak terkendali. Penderita burnout akan mengalami gejala yang lebih parah dari penderita stres. Berikut perbedaan stres dan burnout.

1. Tingkat kelelahan

Bila seseorang mengalami stres biasanya tidak bertahan lama. Stres akan langsung mereda apabila penderita beristirahat, pergi liburan, dan melakukan aktivitas menyenangkan yang disukai. Sementara burnout tidak akan mereda dengan mudah, bahkan cenderung bertahan dalam waktu lama.

2. Hilang minat

Ketika seseorang mengalami burnout, ia akan hilang minat pada semua aktivitasnya seperti pekerjaan, hobi, dan lainnya. Sedangkan bila seseorang mengalami stres, minat pada aktivitas sehari-hari akan muncul kembali setelah stres mereda.

Mengelola stres lebih awal dapat membantu menghindari burnout. Luangkan waktu untuk dirimu, lakukan hobi yang diminati, dan meminta bantuan bila membutuhkan adalah beberapa cara untuk membantu mengatasi stres agar tak mengalami burnout.

 

Penulis : Mufiidaanaiilaa Alifah S.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela