5 Cara Tenang Menyikapi Pertemanan yang Merenggang

Endah Wijayanti14 Nov 2022, 12:15 WIB
Diperbarui 14 Nov 2022, 12:15 WIB
perempuan dan mencoba tenang

Fimela.com, Jakarta Lingkaran dan ikatan pertemanan ada yang berubah seiring waktu berjalan. Teman dan sahabat yang tadinya begitu dekat bisa perlahan makin berjarak dan menjauh. Pertemanan yang tadinya begitu kuat, bisa merenggang dengan cara yang mungkin tak pernah kita duga.

Menyikapi pertemanan yang merenggang memang tak mudah. Ada rasa sedih, kesal, hingga mungkin kecewa yang akan kita rasakan. Meskipun begitu, kita masih bisa melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi rasa tak nyaman dalam diri karena pertemanan yang merenggang.

 

1. Tetap Jaga Baik Kenangan Indah

teman
Menyaksikan kesuksesan teman/Copyright freepik.com/tirachardz

 

Pertemanan yang kini merenggang dulunya sudah memberi banyak kenangan indah. Walau kini sudah berubah, tapi hal-hal yang pernah terjadi di masa lalu tetaplah jadi bagian tak terpisahkan dari dalam diri. Tak perlu menyesali keadaan atau masa lalu. Tetap jaga baik kenangan indah yang pernah ada.

 

 

2. Hargai Prioritas Masing-Masing

teman kuliah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Pertemanan yang merenggang bisa terjadi karena prioritas yang berubah pada masing-masing individu. Mengingat perjalanan dan perjuangan tiap orang tak ada yang sama, maka kita perlu menghargai prioritas masing-masing. Bisa jadi hubungan pertemanan yang kini tak sedekat dulu terjadi karena ada prioritas yang memang tak sama lagi.

 

 

3. Sampaikan Harapan Baik

teman
Mendapat teman baru/Copyright unsplash.com/Melissa Askew

Tak usah membenci orang-orang yang telah menjadi teman dan sahabat baik kita. Walau kali ini pertemanan merenggang, masih ada doa dan harapan baik yang bisa disampaikan kepada mereka. Tetap hadirkan doa dan harapan terbaik untuk mereka. Dengan begitu, hidup akan terasa lebih indah untuk dijalani.

 

 

4. Hindari Sikap Menyindir

pertemanan saat dewasa
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Tirachard

Tak perlu menyindir atau menyudutkan teman sendiri yang mulai berubah. Tak perlu menghakimi atau menyalahkan mereka yang kini tak bisa menjadi teman yang seakrab dulu. Sikap negatif seperti itu hanya akan makin membebani dan melukai diri sendiri. Jadi, mending fokus lakukan hal-hal baik untuk hidup sendiri daripada menyibukkan diri dengan membandingkan kebahagiaan masing-masing.

 

 

5. Terima Perubahan yang Ada

Menjadi Teman yang Sangat Menyenangkan
Ilustrasi Persahabatan Credit: pexels.com/Elina

Dulu, kita menganggap pertemanan yang baik adalah yang akan terus sama atau bisa menghabiskan waktu dengan cara yang sama. Namun, seiring waktu berjalan ada banyak hal baru yang dihadapi. Berbagai macam pengalaman dan persoalan hidup memengaruhi ikatan pertemanan, dan perubahan ini perlu diterima dengan kerelaan dan keikhlasan hati.

Tetaplah jadi teman yang baik bagi siapa pun, ya. Walau mungkin ada hati yang sedih karena pertemanan merenggang, tapi tetaplah jadi pribadi yang baik untuk orang-orang yang kamu sayangi.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela