Resep Rahasia Kekompakan Kotak, Berantem!

Anto Karibo10 Mar 2015, 07:00 WIB
Diperbarui 10 Mar 2015, 07:00 WIB
Kotak

Fimela.com, Jakarta Mungkin terlihat kontradiktif jika Kotak menyatakan bahwa resep awet atas eksistensi mereka di dunia musik adalah berantem. 10 tahun band ini malang melintang di industri musik Indonesia, ternyata mereka selalu berantem saat menggarap sebuah karya.

"Resep bisa bertahan selama 10 tahun ya harus berantem terus," kata Cella, sang gitaris di KFC Kemang, Jakarta Selatan (9/3).

Kotak

Namun, bukan berantem layaknya preman-preman jalanan atau dalam film-film action. Tapi, band yang digawangi Chua, Tantri dan Cella ini berantem dalam argumen. Biasanya, studio musik menjadi tempat mereka mengemukakan pendapat atau ide untuk mendapatkan karya lebih baik.

"Berantemnya adu argumen. Kita influence kan beda-beda. Pas di studio biasanya, berantem ala kadarnya anak band. Terkadang kami harus saling mengerti. Cella paling susah, hadapi dua wanita soalnya. Kalau Chua merengut, Cella menjauh," tutur Tantri.

Kotak

"Iya, ada momen dimana kita harus ngerti kondisi masing-masing seperti apa. Sama kayak antara kakak ama adik aja," sambung Cella.

Musik, bagi band pelantun tembang Beraksi ini adalah segalanya. Mereka seakan siap mempersembahkan jiwa raganya di bidang ini. Ini pula salah satu faktor yang membuat Kotak bisa terus bertahan dan berkarya. Bukannya tanpa alasan, Tantri contohnya, sebagian perjalanan hidupnya masih terkait dengan dunia musik.

"Harus kembali ke diri kita, ngeband tujuannya mau apa. Kalau cuma mau cari nama doang ya, itu bukan kami. Kami punya asas kekeluargaan. Di belakang layar kami banyak yang nafkahnya terkait ama kami. Saya bertemu ama suami, Chua, dan Cella juga karena musik. Ya kami akan pertahankan, terus berkarya di musik," ujar vokalis Kotak tersebut.