Kuasa Hukum: Video Orasi Ahmad Dhani Hasil Editan

Fathan Rangkuti08 Nov 2016, 14:00 WIB
Diperbarui 08 Nov 2016, 14:00 WIB
[Bintang] Ramdan Alamsyah

Fimela.com, Jakarta Orasi yang sempat dilontarkan musisi Ahmad Dhani saat turut serta dalam demonstrasi menuntut tindakan hukum pada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, berbuntut panjang. Atas pernyataannya dalam aksi yang digelar pada 4 November 2016 lalu, Dhani secara resmi dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan melakukan penghinaan atas Presiden Jokowi. Atas hal tersebut, pihak Ahmad angkat bicara.

Kuasa hukum  Ahmad Dhani, Ramdan Alamsyah, saat jumpa pers (Nurwahyunan/bintang.com)

Ramdan Alamsyah, selaku kuasa hukum Ahmad Dhani mengatakan jika video orasi Ahmad Dhani saat ikut demonstrasi merupakan hasil editan. Dalam video yang menjadi viral, Ramdan menilai ada kalimat Dhani yang dipotong sehingga mengubah makna kalimatnya.

"Ada yang dipenggal (bagian video), dan mengubah makna daripada fakta video yang sebenarnya. Ahmad Dhani bilang 'ingin saya katakan anjing, tapi tidak boleh. Kemudian, 'ingin saya katakan babi, tapi tidak boleh'. Ingin saya katakan presidennya anjing, tapi tidak boleh', jadi Ahmad Dhani bilang hal tersebut tidak boleh dilakukan," ungkap Ramdan Alamsyah, Senin (7/11/2016).

Lebih lanjut, dalam keterangannya, Ramdan juga mengatakan dalam orasinya, Ahmad Dhani tidak pernah mengatakan Joko Widodo. Maka dari itu, Ahmad Dhani pun merasa difitnah oleh sebuah akun di Facebook atas nama Indra Tan yang secara jelas mengatakan jika Ahmad Dhani melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

"Kita temukan di FB seseorang bernama Indra Tan, yang menyebarkan tulisan bernada provokatif cenderung fitnah pada Ahmad Dhani. Tulisan dia tidak sesuai dengan isi konten dari video. Tidak ada satu kata 'Jokowi' yang terucap oleh Ahmad Dhani. Makanya klien kami merasa terfitnah dan kami yakini ucapan AD (Ahmad Dhani) saat orasi tidak sama sekali bertujuan untuk menistakan siapapun," tambah Ramdan Alamsyah.