Kisah Dibalik Pembangunan Rogue One: A Star Wars Story

Puput Puji Lestari03 Jan 2017, 09:42 WIB
Rogue One: A Star Wars Story

Fimela.com, Jakarta Sutradara Gareth Edwards ingin para creature yang ada dalam film Rogue One: a Star Wars Story benar-benar organik dan dapat berbaur dengan lingkungannya secara realistis. Untuk itu, mereka yang terlibat di setiap set juga mendapat diperlakukan layaknya aktor di film.

Bahkan, mereka memiliki tim penata rias sendiri untuk membuat tampilan yang realistis, seperti menambahkan debu, dan kotoran pada setiap adegan. Salah satu latar yang mengembalikan kenangan penggemar akan Episode IV adalah kehadiran markas rebels di Rogue One.

Di dalam film, markas rebels yang berlokasi di Yavin 4 ini dibuat ulang oleh tim produksi Rogue One, dimana mereka berkesempatan untuk berkunjung ke Cardington Airfield, Inggris untuk memastikan ukuran set yang sesuai. Set markas rebel akhirnya dibuat dengan panjang 350-kaki (sekitar 106,68m) dan lebar (sekitar 60,96m).

Set hanggar Yavin 4 dan Jedha didekorasi lengkap dan dibuat serealistis mungkin, untuk memastikan hasil film menggambarkan visi sutradara, tim pembuat film juga mencoba untuk melakukan pengambilan gambar di set sebanyak mungkin. Bahkan, ketika harus menggunakan blue screen mereka tetap membangun set semaksimal mungkin agar terlihat dan terasa lebih nyata.

Selain di Maldives, tim produksi juga membuat set di Lapangan Udara Bovingdon, Inggris. Memiliki pemandangan dan akses yang mudah, markas tua milik Royal Air Force yang sudah tidak digunakan lebih dari setengah abad ini, menjadi lokasi yang ideal untuk membuat set tiruan Maldives.

Untuk membangun pantai, tim produksi Rogue One: A Star Wars Story cukup menambahkan pasir serta beberapa pohon palem untuk membuat latar yang lebih nyata. Merekapun mengimpor 2.000 ton pasir dan 60 pohon palem dari Spanyol serta berbagai jenis tanaman lain dari daerah Inggris. Selain itu, tim artistik berhasil menggunakan lebih dari 211.000 galon air daur ulang.