Rumah Selebriti Posan Tobing

Altov Johar03 Mar 2017, 13:21 WIB
Diperbarui 03 Mar 2017, 13:21 WIB
Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Fimela.com, Jakarta Kali ini Bintang.com berkesempatan mengunjungi rumah musisi Posan Tobing, di bilangan Cibubur, Jakarta Timur. Diakui Posan, sudah 6 tahun terakhir dirinya menghuni rumah seluas 400 m2 itu, dengan mengusung konsep simpel, sederhana, dan tidak ribet.

Memasuki pintu utama rumah Posan, konsep keluasan ruangan memang begitu terasa. Hal itu terlihat dari minimnya ornamen yang diterapkan Posan pada rumahnya. Bingkai besar foto keluarga pun siap menyambut tamu yang hadir.

"Ini ruang tamu. Di sini ada lukisan besar keluarga. Basicnya gue suka warna hitam dan putih. Makanya ingin tembok yang putih bersih. Ingin yang simpel, sederhana, dan nggak ribet,"
ujar Posan.

Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Menambah kesan keluasan dari rumah, Posan sengaja tidak banyak memberi skat-skat pada rumahnya. Dengan begitu, dia bisa menikmati sore, sambil melihat keceriaan buah hatinya bermain.

"Gue kalau sore duduk di sini lihat anak main. Rumah sengaja gue bikin luas biar anak bisa main-main. Dan gue memang sengaja nggak terlalu banyak interior, karena di sini biasa kumpul keluarga. Jadi kalau luas begini kan enak," jelasnya.

Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Bergeser sedikit ke dalam, Posan meletakkan meja makan mungil, yang terbuat dari kaca. Pemilihan meterial kaca pun lagi-lagi untuk memberi kesan luasnya ruangan. Tepat di sisi meja makan, terdapat rak dengan deretan foto-foto anaknya.

Kembali menyusuri rumah Posan, deretan kursi bermotif harimau putih siap menemani keluarga, menikmati hiburan di televisi. Biasanya, ruangan ini dipergunakan sesaat sebelum anggota keluarga Posan istirahat di malam hari.

Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Yang menarik perhatian, sebuah sofa panjang sengaja diletakkan di sudut belakang ruang keluarga. Rupanya, itu menjadi tempat favorit Posan yang biasa dihuni Posan. Tepat di atasnya, terpajang bingkai kain ulos, yang menjadi pertanda identitas Posan sebagai putra Batak. "Jadi nggak melupakan ciri khas saya sebagai suku Batak. Ini yang bikin ibu saya," ungkapnya.

 Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Di samping ruang keluarga, terdapat dapur. Dibatasi sekat kaca, keramik hitam putih ala papan catur, kitchen set berukuran besar menjadi tempat istri Posan mengeksplore keahliannya memasak. Di lantai satu ini, Posan hanya menyediakan 1 ruang tidur untuk orangtuanya.

"Semua kamar ada di atas. Orangtua saja yang di bawah, karena sudah tua dan nggak mau naik ke atas, capek," kata Posan seraya tertawa.

 Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Beralih ke lantai 2. Di studio musik sini segala keajaiban dan curahan kreatifitas Posan muncul. Posan menyebutnya sebagai ruang pencari nafkah. Kebetulan, beberapa rekan Posan juga ada di situ.

Rumah Posan Tobing. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Layaknya studio kebanyakan, deretan tombol mixer dan layar yang cukup besar, langsung menyambut siapa saja yang masuk ke dalamnya. Pun dengan deretan gitar yang bersandar pada sound-sound. "Ini ruang kerja gue dimana gue cari inspirasi cari lagu, dibantu mister Cici. Di sini proses terjadinya pembuatan karya-karya. Di studio gue curahkan segalanya. Dan di sini lah gue cari nafkah," paparnya.

Lewat kaca berukuran 50cmx100cm, kita bisa melihat ruang take drum Posan. "Di sebelah ruangan take drum saya," tukas Posan Tobing.