No Drama, Ria Irawan Buka Donasi untuk Bantu Pejuang Kanker

Regina Novanda10 Mar 2017, 18:00 WIB
Ria Irawan

Bintang.com, Jakarta Ria Irawan telah dinyatakan sembuh dari sakit kanker yang diidapnya. Bertahun-tahun berjuang melawan kanker membuat Ria tahu berbagai fenomena yang terjadi di rumah sakit, khususnya untuk para penderita kanker.

Untuk itu, perempuan kelahiran Jakarta, 24 Juli 1969 ini membuka donasi untuk sama-sama mebantu para pejuang kanker. Ria hanya ingin para pejuang kanker, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat tertangani dengan baik.

Ria Irawan buka donasi untuk membantu penderita kanker. (kitabisa.com)

"Halo semua, bertahun-tahun melawan Kanker saya melihat sendiri berbagai fenomena di rumah sakit. Sebagai peserta BPJS saya sering ketemu sama pasien lain yang nasibnya lebih memprihatinkan. Kadang ga bisa ke RS karena ga ada ongkos, pas udah sampe ga ada uang untuk beli makan," ungkap Ria Irawan yang disampaikan lewat akun kitabisa.

"Lebih dari itu mereka ngantri dari subuh untuk dapat giliran BPJS. Nah kadang ada orang-orang yang bantu ngurusin, dia semacam jadi asisten untuk meringankan beban pasien dan keluarga yang sudah terlalu banyak bebannya," sambung Ria.

Dituliskaan Ria, dirinya ingin membantu komunitas kanker tersebut secara finansial. "Mumpung aku kenal banyak komunitas kanker, aku terpikir untuk support financial jaringan tersebut dan kirim volunteer di RS untuk jadi asisten yang ngurusin BPJS tersebut," paparnya.

Ria Irawan (Deki Prayoga/bintang.com)

"Volunteer tersebut bisa dikasih pinjem/beliin HP atau nginep di rumah singgah dari komunitas sambil nunggu antrian. Ini bener-bener perisitiwa nyata, kebutuhannya beneran ada," tegas putri aktris Ade Irawan tersebut.

Menurut Ria, seorang pasien kanker mutlak membutuhkan kekuatan tubuh serta pengobatan yang tuntas. Dan agar hal tersebut dapat terwujud, dibutuhkan sebuah komunitas yang mampu mendampingi mereka secara nyata.

"Okelah kita ngomongin hope, fight & semangat. Tapi pasien kanker perlu kekuatan tubuh untuk menyelesaikan pengobatan. Treatment harus tuntas, harus ada komunitas yang bisa mendampingi secara kongkrit, betul-betul jadi teman di saat genting seperti ini," tandas Ria Irawan.