Film Forum New York Gelar Perayaan Hari Film Nasional 2017

Puput Puji Lestari27 Mar 2017, 23:42 WIB
[Bintang] Indonesia Film Forum New York

Bintang.com, Jakarta Hari Film Nasional (HFN) jatuh setiap tanggal 30 Maret. Itu adalah hari pertama syuting film Darah dan Doa yang disutradarai Usmar Ismail Award. Syuting ini dianggap sebagai kebangkitan Film Indonesia karena dikerjakan oleh putra bangsa.

Untuk memperingati HFN, bukan cuma warga negara di Indonesia saya yang merayakannya dengan berbagai aktifitas. Di luar negeripun, peringatan HFN dilakukan dengan semarak. Salah satunya lewat acara Indonesia Film Forum New York (IFF-NY). Kegiatan ini merupakan kerjasama KJRI New York, Kementran Pendidikan, BEKRAF dan BPI, dan ISA.

Indonesia Film Forum New York  (Dok IFF-NY)

Mereka mengadakan acara pemutaran film bertemakan Finding Indonesia di salah satu kampus New York University, di Manhattan. "Kami memutarkan 3 film yang terdiri 2 film pendek dan 1 film panjang pada tanggal 25 Maret 2017," Emilia Chandra Ortiz, Programer IFF-NY saat dihubungi Minggu (26/3/2017).

Film pertama, Balik Jakarta. Film ini merupakan gambaran kisah perjalan seorang berkebangsaan Jerman di Jakarta yang sedang mencari alamat rumah yang dulu dia tinggali hanya dengan bermodalkan foto sebagai petunjuk Film kedua, On The Origin of Fear. Tayangan penuh emosi mendalam ini merupakan kisah kudeta politik masa lalu. Film ketiga, Mencari Hilal. Kisah hubungan antara ayah dan anak dalam keluarga muslim Indonesia yang penuh dengan masalah perbedaan
prinsip.

"Ini merupakan acara pemutaran film Indonesia di New York yang ketiga kalinya ini diperuntukan untuk masyarakat luas di New York, bukan hanya untuk komunitas warga Indonesia saja. Dengan film-film pilihan kali ini, kami mengajak para penontonnya untuk mencari, mengenal, menjelajah dan memperluas pemahaman tentang kehidupan di Indonesia," ujar Emilia.

Indonesia Film Forum New York  (Dok IFF-NY)

Finding Indonesia diharapkan dapat memberikan wawasan bahwa salah satu keindahan kekayaan Indonesia adalah karena kompleks dan beragamnya penduduk Indonesia. Kursi yang terjual sebanyak 90%, dengan kapasitas 255 orang.

"Dalam rangka membawa nama Indonesia di New York, kami juga menyediakan jajanan pasar dan minuman tradisional untuk para tamu yang bisa dinikmati di sela pemutaran Film Indonesia. IFF-NY dan KJRI New York berkomitmen agar selalu mengharumkan Indonesia di Amerika Serikat, khususnya di New York City.