Dipermalukan Lewat Rekaman Video, Dewi Perssik Tak Terima

Anto Karibo27 Nov 2017, 07:00 WIB
Diperbarui 27 Nov 2017, 07:00 WIB
[Bintang] Dewi Perssik

Fimela.com, Jakarta Dewi Perssik rupanya masih jengkel atas peristiwa yang dialaminya baru-baru ini di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Depe, begitu ia akrab disapa, mengaku tak menerima tudingan netizen atas kenekatan memasuki jalur Busway.

Padahal, menurutnya keinginan untuk melewati jalur khusus bagi bus Transjakarta itu punya alasan kuat. Seperti diketahui, Depe mendapatkan arahan dari polisi yang mengawalnya. "Di sini saya mau bertanya, apakah kewenangan seorang petugas itu lebih besar dari seorang polisi? Sampai sekarang belum bisa terima. Aku divideoin. Dipermalukan. Aku saat itu senyum," kata Dewi Perssik di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2017).

Depe mengatakan tak habis pikir mengapa petugas tersebut tak mau mendengarkan alasannya ketika diminta membukakan portal jalur Transjakarta. Ditambah Depe tak suka gaya petugas yang menurutnya sudah seperti preman.

 

[Bintang] Dewi Perssik
Dewi Perssik (Bambang E. Ros/bintang.com)

Kekesalannya makin membuncah, lantaran masyarakat sekitar ikut Depe dan sang suami, Angga Wijaya. "Apakah petugas portal itu harus budek? Apakah harus dengan gaya preman? Apakah harus memanggil warga?" imbuhnya.

"Kenapa tidak bisa menyelesaikan masalahnya di tempat. Kenapa harus memanggil warga, teriak, dan membuat situasi ramai dan panas? Itu yang saya pertanyakan kepada mereka. Saya tak bisa terima. Kalau itu terjadi kepada keluarga kita gimana?" tutur Depe.

Dewi Perssik kembali menegaskan, dirinya saat itu tengah buru-buru karena membawa sang asisten yang terserang penyakit asma. Sementara menurutnya rumah sakit paling dekat ketika itu adalah RS Fatmawati. "Walaupun dia bukan siapa-siapa saya, hanya asisten, tapi saya punya sisi kemanusiaan," tandasnya.