Dewi Perssik Marah Dibilang Monyet, Kok Bisa?

Anto Karibo30 Nov 2017, 18:38 WIB
Diperbarui 30 Nov 2017, 18:38 WIB
[Bintang] Dewi Perssik

Fimela.com, Jakarta Masih tentang masalah Dewi Perssik yang berniat masuk ke jalur Transjakarta yang sampai sekarang masih menjadi pembahasan di ranah maya. Lebih-lebih ketika Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berniat menjadikan Dewi sebagai Duta Patuh Berlalu Lintas.

Kasus tersebut viral setelah video yang memperlihatkan suasana ketika pedangdut yang sering disapa Depe itu dikepung massa. Mereka melakukan aksi pengepungan atas Depe yang saat itu bersama pria yang disebut sebagai suaminya, Angga Wijaya.

Depe secara tegas merasa dipermalukan dengan beredarnya video tersebut. "Dampaknya ya saya dipermalukan. Video di situ kan saya dikatain monyet-monyet," kata Dewi Perssik di studio Trans TV, kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017).

 

[Bintang] Dewi Perssik
Dewi Perssik tak merasa bersalah melawan petugas portal busway. (Bambang E. Ros/bintang.com)

Depe kembali menyatakan bahwa dirinya masuk ke jalur Transjakarta yang dilarang untuk umum atsa perintah dari Patwal yang selama perjalanan mengantarkannya. Ditambah lagi ketika dirinya membawa seorang asisten yang terkena serangan asma.

"Padahal kan saya di sini masuk jalur busway atas perintah polisi bukan asal-asalan. Juga, saya bawa orang sakit, yang saya tanya hati nuraninya di mana. Tapi bukan berarti terus mereka semena-mena," imbuhnya.

Apa yang beredar di media sosial tak tampak seperti sebenarnya. Karena pada waktu itu Depe hanya berusaha menghalangi masyarakat yang berusaha melakukan main hakim sendiri terhadap Angga Wijaya. Ia pun menantang kepada semuanya untuk melihat kronologi lewat CCTV.

"Saya waktu itu cuma tolongin dia takut digebukin sama orang. Jadi saya ada ditengah-tengah pakai daster, kan ada CCTV mas mbak bisa dilihat. Semua itu kita pakai bukti, karena kalau kita sekarang saut-sautan semua akan merasa benar. Tapi kalau sudah ada bukti ada CCTV, kita nggak bisa ngomong apa," tukas Dewi Perssik.