Warisan Paling Berharga Bondan Winarno untuk Anaknya

Anto Karibo03 Des 2017, 16:40 WIB
Diperbarui 03 Des 2017, 16:40 WIB
[Bintang] Istri Bondan Winarno

Fimela.com, Jakarta Penikmat acara kuliner tentu tahu jargon 'Maknyus' yang diperkenalkan oleh praktisi kuliner, Bondan Winarno. Namun, pemilik jargon tersebut telah berpulang ke haribaan Ilahi. Ia meninggal pada Rabu (29/11) di RS Harapan Kita.

Keluarga pun mengaku sangat kehilangan. Mereka tak bisa menampik telah kehilangan orang yang paling berharga dalam keseharian mereka. Bondan dikenal sebagai sosok pemimpin yang senantiasa menguatkan anggota keluarganya ketika menghadapi sebuah cobaan.

 

[Bintang] Bondan Winarno
Bondan Winarno Pasca di Kremasi (Nurwahyunan/bintang.com)

"Kepemimpinan dia (paling berkesan). Dia sosok keluarga. Kuat sekali di keluarga, kalau keluarga lagi lemah ada dia jadi kuat," kata Eliseo, anak Bondan di RS Sentra Medika Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/11/2017).

"Itulah nilai tambahnya seorang Bondan Winarno, bisa memberikan rasa atau keadaan kuat ketika orang lain terpuruk atau bagaimana dia bikin orang merasa kuat menghadapi apapun persoalan," tuturnya.

Menurut Eliseo, Bondan Winarno memang sosok yang pantang menyerah. Ia juga merupakan seorang yang penuh disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Karenanya keluarga banyak mengambil inspirasi darinya.

 

Membuat Orang Lain Menjadi Kuat

[Bintang] Bondan Winarno
Bondan Winarno Pasca di Kremasi (Nurwahyunan/bintang.com)

Dengan sikapnya yang positif, Bondan senantiasa memberikan pengaruh yang baik untuk keluarga dan orang di sekitarnya."Dia sangat bisa membuat orang merasa kuat menghadapi suatu persoalan yang berat, karena dia punya sifat dasarnya pantang menyerang, disiplin," imbuhnya.

Anak-anak Bondan Winarno pun menganggap bahwa sisi inspiratif dengan sikap dan sifat positif tersebut merupakan sebuah warisan paling berharga. "Nilai-nilai itu membuat dia menjadi inspiratif, ya kita lihat itu kan. Orang bilang ketularan itu," tukas anak lelaki Bondan.

Lanjutkan Membaca ↓