Pentas Dharma Gita Maha Guru, Usaha Menjaga Nilai-Nilai Bung Karno

Fimela02 Agu 2012, 08:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2012, 08:00 WIB

g

Image: hobby.ghiboo.com

Dengan tokoh Soekarno yang kali ini diperankan oleh Anjasmara terlihat penyegaran dari persembahan yang tahun ini berlangsung pertengahan Juli kemarin. Tetap mempertahankan konsep perpaduan narasi, teater, dan elemen musikal yang sedang populer. “Dharma Gita Maha Guru” berusaha menjangkau anak-anak muda yang tidak awam dengan tokoh Kemerdekaan  dan juga Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

Sama seperti pementasan sebelumnya  “Dharma Gita Maha Guru” adalah biografi teatrikal seorang Soekarno. Dengan penambahan elemen tari-tarian periode kelahiran, masa kanak-kanak, tumbuh besar, hingga periode Bung Karno mengenyam pendidikan  dan menjadi tokoh kemerdekaan dipertontonkan selama tiga hari. Sebuah tontonan yang juga diharapkan Rachmawati yang berlaku sebagai produser juga sutradara untuk menjadi tuntunan.

Semasa hidupnya Soekarno memang sedikit dari sosok pemimpin dunia yang memiliki gaya kepemimpinan yang merakyat. Ciri khas beliay lainnya adalah integritas dan sisi flamboyannya yang juga tidak bisa ditampik. Soekarno membawa dan memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Kharismatik, revolusioner, tidak sedikit orang di negeri ini yang merindukan sosok beliau. Pementasan ini semacam ingin memenuhi kerinduan tersebut.

Tidak hanya Anjasmara, “Dharma Gita Maha Guru” turut dibintangi oleh aktris kawakan Widyawati, Iwa. K, Prabu Revolusi, Sudjiwo Tedjo dan beberapa artis lainnya. Pementasan yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki ini juga melibatkan beberapa sanggar tari, korps Brimob Mabes Polri, dan mahasiswa Universitas Bung Karno. Beberapa masalah teknis sempat terlihat di waktu pementasan, naskah juga tidak terlalu rapi karena terselip beberapa hal yang sebenarnya menjadi bias dari pesan sebenarnya.

Overall, ini pertunjukkan yang menghibur, terlebih dengan munculnya sosok pelawak Tarsan dan Kadir di antara pemain-pemain yang ada. Menurut kami bisa lebih megah lagi bila konsep dipersiapkan dengan matang dan meminimalisir konten klise yang tidak diperlukan.