Duet Gaya Art Deco & American Folk, Nyaman Seperti di Rumah Sendiri

Fimela19 Okt 2012, 06:00 WIB

Next

pad1

Biasanya sebuah tempat usaha mengindari untuk memenuhi interior mereka dengan furniture dan perkakas lainnya bila mereka tahu mereka tidak begitu memiliki space yang luas. Kami merasa bahwa di Pad 28, pihak manajemen benar-benar ingin memaksimalkan setiap sudut.

Usaha ini terlihat dari variasi meja kursi yang diletakkan. Dua pilihan dengan perbedaan ketinggian. Terlihat agak tidak nyaman, namun perasaan itu berubah setelah kita duduk di atasnya. Penataan sedemikian rupa sehingga reuni kecil-kecilan beberapa kelompok tamu bisa terlaksana, seperti yang kami lakukan saat pertama kali bertamu ke Pad 28. Kami menyukai beberapa meja di deretan pinggir. Pilihan sofa panjang, lengkap dengan cushions bernuansa heritage. Tersaji pemandangan lajur keluar masuk kawasan SCBD yang khas.

Tata lampu cukup redup dengan fokus hanya ada di atas meja masing-masing tamu. Sebuah set lampu gantung terletak di intersection ke lantai dua dan toilet. Intersection ini selalu digunakan menjadi space bagi live band yang dihadirkan setiap Rabu dan Kamis. Kami beruntung bisa melihat penampilan live band malam  itu.

Next

pad2

Kami menyukai detail ‘organik’ di beberapa sudut yang dihadirkan dalam wujud akar rambat dan sulur-sulur dengan rerimbunan hijau. Aksen yang unik. Detail-detail seperti ini yang menjadikan Pad 28 tampil maksimal. Gabungan art deco mood dan real American feeling terasa sekali. Ada bar di ujung lantai satu. Lantai dua adalah area bebas asap rokok dan bisa digunakan untuk acara kelompok lebih besar.

Bila banyak restoran bisa kita tebak menu seperti apa yang mereka hidangkan, tidak demikian halnya dengan eatery yang memelihara nuansa folk yang hangat ini. Ada pilihan menu apa saja? Deretan starters, coffee & tea, cocktails, wine, pasta, pizza sampai hidangan lokal dengan twist tersendiri yang mereka sebut ‘local fare.’

Di kunjungan pertama, kami mencoba Button mushrooms yang empuk – dinikmati dengan saus keja yang menggigit. Ada juga wagyu meat balls dengan teman saus tomat yang crunchy juga basah. Salah satu teman memesan Soufflé yang begitu segar dan Aglio Olio yang cukup mengenyangkan. Secangkir Picocolo mini latte bisa menjadi lanjutan ringan setelah makan malam tadi. Ingin yang ringan? Ada Moroccan Mint atau Choco Mint Truffle dengan sedikit sentuhan manis menyegarkan. Semua menu makanan dan minuman bisa dinikmati mulai Rp 30.000,- tentunya ada harga khusus untuk porsi besar dan pilihan Red serta White Wine yang tersedia.

Bila membawa kendaraan sendiri untuk menemukan area parkir agak tricky, kami anjurkan perhatikan jalan dengan baik agar tidak perlu berputar-putar.  Tiket parkir yang diberikan juga unik, karena selepas kunjungan ke Pad 28 tiket parkir yang besar itu akan diberikan cap khusus. Dijepit oleh beberapa kediaman pribadi dan kantor, urusan parkir memang menjadi masalah khusus. Tapi kami belum melihat ini menjadi masalah yang cukup besar bagi pihak Pad 28 sendiri.

Lanjutkan Membaca ↓