Perempuan-Perempuan dalam Lingkaran Skandal Bersama Politikus

Fimela27 Mei 2013, 06:30 WIB

Next

Monica Lewinsky

Sejak era Cleopatra, perempuan sudah menjadi bagian dari perjanjian-perjanjian politik. Perjanjian-perjanjian politik yang kemudian beberapa menjadi skandal paling terkenal yang pernah ada. Di era kerajaan Majapahit, kita belajar mengenai Ken Dedes, permaisuri Ken Arok yang sebenarnya direbut dari raja lain yaitu Tunggul Ametung. Kita tentu tidak pernah tahu kecantikan seperti apa yang dimiliki oleh Ken Dedes, tapi kejadian itu membuktikan bahwa dalam pergolakan politik di belahan dunia mana pun ada peran marjinal yang diisi oleh...perempuan.

Dengan popularitas dan kelebihan fisiknya, sosok aktris Marilyn Monroe yang terkenal di era 1950-an bisa menggaet semua tipe laki-laki. Tapi ia kemudian dikabarkan sempat dekat dengan John F. Kennedy (JFK), Presiden ke-35 Amerika Serikat. Tidak usah jauh-jauh sebenarnya, membahas politik dan perempuan kita punya Presiden pertama Indonesia Soekarno yang terkenal dengan beberapa sosok perempuan yang sempat mengisi hidupnya. Sisi kehidupan Soekarno yang satu itu bahkan sampai dieksplorasi ke layar lebar.

Sosok Monica Lewinsky menjadi terkenal sekali di era 90-an setelah terlibat affair dengan Presiden Amerika Serikat saat itu, Bill Clinton. Skandal yang melibatkan Monica, saat itu adalah staf Gedung Putih, dan Clinton jadi pembicaraan seluruh dunia. Majalah TIME bahkan membuat satu edisi khusus dengan Monica menjadi exclusive cover-nya. Skandal politik yang melibatkan perempuan memang sudah jadi bagian tidak terpisahkan dari dinamika kebudayaan manusia nampaknya.

Keterlibatan perempuan, sayangnya, dalam beberapa skandal politik terkenal tidak berhenti di era 90-an saja. Sempat lengang, Tanah Air kemudian digemparkan skandal video porno yang melibatkan penyanyi dangdut Maria Eva dan Yahya Zaini – kader sebuah partai politik - di tahun 2006. Akibat video porno yang berdurasi 42 detik itu, karir politik Yahya yang telah ia bangun selama belasan tahun pupus dalam waktu singkat. Ia mengundurkan diri dari partai, setelah kasus video itu merebak.

Next

 

Vitalia Sesha

Lompat ke tahun 2000-an, dan masih segar di ingatan adalah kasus mantan Bupati Garut Aceng Fikri yang akhirnya dipaksa mundur karena skandalnya dengan beberapa perempuan. Sebagian kabarnya di bawah umur. Seiring bergulirnya kasus itu, Aceng ternyata tidak terlibat dengan satu perempuan saja, ada beberapa nama lain yang muncul ke permukaan yang kabarnya juga ia nikahi di bawah tangan. Kabar terbaru, Aceng sudah pernah menikah dengan empat perempuan.

Bergulir dengan efek domino yang sangat besar dan dipantau seantero Nusantara adalah skandal suap daging sapi yang melibatkan partai politik yang identik dengan atribut religiusnya. Tidak satu, dua perempuan saja yang kemudian disebut dalam skandal yang masih bergulir ini. Sementara beberapa tersangka yang terlibat sudah berada di balik teralis, perempuan-perempuan dengan latar belakang berbeda berhasil dijejak media dan diidentifikasi berada di dalam rantai suap itu. Mulai dari model majalah dewasa, sampai murid SMK yang sudah menjadi istri muda seorang tersangka. Penyelidikan terbaru menyebutkan skandal suap daging sapi ini, diekori kasus cuci uang yang sudah melibatkan 20 orang perempuan yang hingga kini identitasnya belum diungkap.

Tentu menyedihkan menemukan fakta seperti ini. Perempuan menjadi bagian dari skandal bukan lah ‘peran’ yang kita inginkan. Insiden terjadi bukan hanya permintaan dari satu pihak, tapi disetujui oleh pihak lain. Tentu Fimelova ingin jadi sosok perempuan yang penuh percaya diri, punya keinginan untuk empower themselves dan bisa hidup mandiri, menjadi terkenal tidak lewat jalan pintas berujung skandal. Tidak lewat skandal, dan menolak untuk ter-marjinalkan.

Lanjutkan Membaca ↓