Jokowi dan 6 Tokoh Pejuang Kemerdekaan Era Modern

Fimela16 Agu 2013, 11:00 WIB

Next

Joko Widodo

Joko Widodo

Gubernur DKI Jakarta periode 2012 hingga 2017 ini baru menjalani dua tahun masa jabatan periode keduanya di Solo sebagai Walikota, saat Jakarta memanggilnya. Saat masih menjabat di Solo, ia sempat terpilih sebagai salah satu Walikota terbaik di dunia. Langkah-langkah revolusioner, penampilan yang tenang, kedekatan dengan rakyat, turun tangan langsung membuatnya dianggap banyak pihak sebagai sosok yang mampu memperbaiki Jakarta.

Sebuah film Nasional bahkan dibuat dengan inspirasi perjalanan hidupnya. Belum setahun ia menjabat sebagai Gubernur ke-17 DKI Jakarta, Jokowi – begitu ia biasa dipanggil – sudah membuat banyak perubahan-perubahan. Perubahan-perubahan yang belum berskala besar, namun berarti. A force to reckon already.

 Tidak seperti Gubernur Jakarta yang sebelum-sebelumnya, Jokowi mendapat perlakuan berbeda karena keterbukaan dan kedekatannya dengan rakyat. Fenomena yang tidak pernah terlihat pada siapapun yang menjabat posisi itu sebelumnya. Gubernur, figur publik, bak selebriti. Kemana ia pergi, semua orang ingin mengejar, bersalaman, dan berfoto bersamanya.

 

Next

Ahok

Basuki Tjahaja Purnama

Bicara mengenai sosok Jokowi tak bisa lepas dengan tandemnya. Laki-laki yang dikenal dengan nama panggilan Ahok itu adalah kekuatan penyeimbang bagi Jokowi. Nampak jelas. Lucunya, ia dan Jokowi justru berasal dari dua daerah yang berjauhan untuk kemudian dipertemukan di Ibukota. Memiliki darah Tionghoa, Ahok sebelumnya menjabat sebagai Bupati Kabupaten Belitung Timur. Kiprahnya di sana pun sangat bagus, sehingga ia beroleh beberapa penghargaan kelas Nasional.

Dianggap mampu menekan semangat korupsi pejabat daerah dan membawa perubahan berarti, Ahok nampak mengadopsi langkah yang sama dalam menjalankan posisinya sebagai Wakil Gubernur. Sikapnya yang transparan (termasuk lewat rapat-rapat yang ia adakan dan bisa diikuti di YouTube), blak-blakan nampak menjadi duri bagi beberapa pihak yang lebih memilih status quo. Orang-orang yang membawa perubahan baik memang jarang disukai.

 

Next

Sri Mulyani

Sri Mulyani

Seorang reformist, perempuan dan ekonom satu ini membawa nama harum Indonesia dengan menjadi Managing Director untuk World Bank. Posisi baru yang membuatnya harus mundur sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu II. Posisi baru yang juga membuatnya harus pindah ke Amerika Serikat.

Ia digadai-gadai menjadi calon kuat untuk menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia berikutnya. Jika iya, maka ia akan menjadi perempuan kedua di Tanah Air yang berada di posisi tersebut. Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani dianggap mampu memperkuat kondisi keuangan Tanah Air, meningkatkan atmosfir investasi di kawasan Asia Tenggara selama periode krisis keuangan (2007 sampai 2010). Majalah Forbes sempat menaruh dirinya di posisi 65 perempuan paling kuat dan berpengaruh di dunia.

 

Next

Mira Lesmana, Riri Riza

Riri Riza & Mira Lesmana

Agak susah memisahkan dua individu kreatif ini dan membahasnya secara terpisah. Karena sebagai sebuah kesatuan mereka sudah menghidupkan kembali dunia perfilman tanah air yang hidup segan, tapi mati juga tak mau.

Dua film berkualitas yang mereka rilis di tahun 2000 dan 2002 juga memperkenalkan publik pada bintang-bintang papas atas masa depan. Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra di Ada Apa Dengan Cinta (2002), Sherina di Petualangan Sherina (2000). Bersama dalam kesatuan kreatif, keduanya dipastikan akan membuat karya-karya tak terlupakan. Rekam jejak seni budaya Tanah Air yang berkualitas. Juga pintar.

Karya keduanya berlanjut ke Laskar Pelangi, yang merupakan adaptasi dari sebuah novel yang sama suksesnya. Kesuksesan film itu berbuntut dengan beberapa sekuel, juga meningkatnya kedatangan turis ke lokasi pengambilan gambar film itu di Bangka Belitung.

Nggak cukup berhenti di sana, kesuksesan film itu membuat keduanya membawa interpretasi Laskar Pelangi ke ranah yang mungkin mengejutkan. Musikal. Dengan review yang bagus, Musikal Laskar Pelangi adalah salah satu pertunjukkan musikal Tanah Air yang sukses dan diproduksi ulang beberapa kali. Bahkan sempat tampil di Singapura. Musikal Laskar Pelangi kemudian melahirkan grup penyanyi belia terkenal Coboy Junior. karya-karya yang kental dengan palsafah dan nilai-nilai budaya Nasional, kreasi dua kekuatan kreatif ini seakan tak pernah berhenti. Membuat kita bangga dengan film Indonesia.

Next

Atila

Atila Soeryadjaya

Perempuan asal Solo berdarah bangsawan ini adalah otak dibalik kesuksesan sendratari Jawa nan megah dan sophisticated Matah Ati, yang sukses mencuri perhatian dunia internasional saat dipentaskan di Singapura.

Setelah sekian lama, kita tidak memiliki sebuah paket pementasan yang megah, teatrikal, unik dan kental nuansa budayanya, tiba-tiba kita memiliki Matah Ati yang dikemas dengan sangat rapi. Mata air di tengah keringnya dinamika seni dan budaya di negeri sendiri.

Perlu diketahui, perempuan yang merupakan cucu dari Raja Surakarta ini juga yang menulis, memproduseri, menyutradarai, sampai merancang kostum untuk pementasan Matah Ati. Pekerjaan yang sangat berat tentunya.

Patut mendapat apresiasi sangat tinggi. Karena Atilah meletakkan kembali Indonesia di tengah peta komunitas budaya Asia - Pasifik. Atila, bersama tim kreatifnya juga baru menuntaskan pementasan Ariah di Tugu Monas, Jakarta. Sebuah upaya pemerintah DKI Jakarta untuk menghidupkan kembali napas seni dan budaya di Ibukota. Gagasan dari Joko Widodo.

Next

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Tokoh intelektual ini adalah rektor di salah satu universitas swasta di Jakarta. Kiprahnya dimulai sejak ia berada di bangku kuliah sehingga ia menerima sekian banyak beasiswa karena pemikiran-pemikirannya. Nasional sampai internasional. Pemikiran-pemikirannya yang membuatnya diakui sebagai figur intelektual dunia. Dengan bakat kepemimpinan, posisinya yang netral tak terpengaruh gerakan politik manapun, dan sikap optimisnya terhadap bangsa ini, ia kemudian memulai gerakan yang dikenal dengan ‘Indonesia Mengajar.’

Semangat optimis yang ia tularkan pada ratusan generasi muda, yang ingin melihat bangsa ini maju. Indonesia Mengajar dalam perjalanannya, menjadi sebuah organisasi nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim tidak sedikit generasi muda ke berbagai daerah di Indonesia menjadi tenaga pengajar. Mereka kemudian dikenal dengan istilah Pengajar Muda.

 Gerakan itu dimulai Anies untuk mengajak masyarakat agar lebih berperan aktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang menurutnya adalah janji Kemerdekaan yang perlu dilunasi. Indonesia Mengajar mengirim sarjana-sarjana terpilih ke sekolah-sekolah dasar di pelosok Indonesia, selama satu tahun. Dengan dasar, bahwa pendidikan dasar adalah fondasi pembangunan masyarakat Indonesia. Begitu banyak Pengajar Muda yang kemudian terpilih. Mereka adalah sarjana-sarjana, yang juga percaya dengan optimisme yang dirasakan oleh Anies sebagai penggagas. Konsep itu menyentuh pemikiran mereka. Dan pada gilirannya, kontribusi mereka sebagai pengajar juga menyentuh hidup banyak anak-anak usia sekolah di pelosok-pelosok Indonesia. Bukan hal mudah. Meninggalkan semua kenyamanan, satu tahun penuh. Untuk tinggal di pedalaman.

Next

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

Saat ini, orang mengenal sosok Ridwan Kamil sebagai aktivis sosial, arsitek, juga Walikota Kota Bandung terpilih. Ia menjabat mulai Oktober tahun ini hingga 2018. Lulusan Universitas Berkeley, California itu sempat bekerja di berbagai firma arsitek di California setelah lulus kuliah, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Ia kemudian membangun firma arsiteknya sendiri di kawasan Bandung.

Firma itu mendapat reputasi yang baik hingga berskala internasional, karena membangun proyek-proyek bergengsi di luar negeri. Tidak hanya bangunan-bangunan di luar, firma arsitek yang dibangun Ridwan juga membangun puluhan konstruksi di berbagai daerah di Indonesia.

Laki-laki yang akrab disapa Emil ini juga adalah penggagas gerakan Indonesia Berkebun, yang sampai kini sudah menyebarkan pengaruh positifnya ke berbagai daerah di Indonesia. Kurang lebih 4000 orang sudah bergabung dengan gerakan ini, di 14 Provinsi. Indonesia Berkebun secara prinsipal adalah gerakan menanam – secara amatir – yang berlokasi di kota-kota di Indonesia. Kebanyakan memanfaatkan lahan tidak terpakai, agar lebih memiliki fungsi positif.

Dengan presence yang kuat di sosial media, Emil menyebar gagasan dan pengaruh positifnya kepada para followers-nya. Sesuatu yang kemudian sangat membantunya saat mencalonkan diri untuk menjadi Walikota kota Bandung. Sebuah tanggung jawab yang menurutnya sangat alami, karena dirinya berasal dari sana. Emil adalah tipe pemimpin abad 21.

Lanjutkan Membaca ↓
Nusantara Fashion Festival 2020 : Fashion Talks