Exclusive: Duo Sutradara Mo Brothers tentang “Killers,” Luna Maya dan Sundance

Fimela23 Jan 2014, 06:00 WIB

Next

Killers

Pertama-tama, Mo Brothers adalah sebuah ‘unit.’ Mereka bertemu di Sydney beberapa tahun lalu, dan sampai sekarang mempertahankan formula ‘menyutradarai bersama’ film-film yang mereka hasilkan. Walaupun, sekali waktu, mereka bisa saja membuat film sendiri-sendiri. Seperti saat Timo Tjahjanto bergabung dengan proyek omnibus internasional V/H/S/ 2 dan The ABCs of Death.

And in case you did not know, Timo Tjahjanto juga adalah suami dari aktris Sigi Wimala yang juga membintangi Rumah Dara.

Kini, kembali sebagai ‘duo’ Timo bergabung dengan Kimo Stamboel (‘Mo’ yang lain) dan siap menghadirkan produksi kelas internasional mereka yang terbaru, Killers. Sebuah film drama psikologis, juga laga, dan thriller yang diproduseri oleh Daniel Mananta, dibintangi Oka Antara, Luna Maya dan sederet aktor Jepang.

Killers akan jadi film ketiga dari Tanah Air yang ikut memeriahkan Festival Film Sundance, tahun ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Next

Mo Brothers

Rasa takut seperti apa yang ditawarkan kali ini?

Killers tentu berbeda dengan Rumah Dara,“ cerita Timo. “Di Rumah Dara, sejujurnya,kamu hanya perlu menikmati mandi darah yang kami sajikan,” tambahnya. “Kali ini, di Killers, penonton harus agak berpikir. Karena ada kondisi psikologis yang dipaparkan, di mana kekerasan menjadi penghubung dan elemen pentingnya,” timpal Kimo.

“Kekerasan yang terlihat di film ini juga sebenarnya adalah sesuatu yang relevan, kita bisa saksikan sendiri di Jakarta,” lanjut Timo. “Film kita memang termasuk violent movie, tapi itu adalah sesuatu yang benar-benar terjadi. Kita nggak meng-glorifying violent, not at all. Tapi justru kebalikannya. Lewat film ini, penonton bisa melihat akibat saat kekerasan terjadi pada seseorang,” sambung Kimo.

Next

 

Mo Brothers, Oka Antara, Sundance

Rasanya terlibat di Sundance?

“Rasanya tentu menakjubkan. Kita sadar bahwa film-film yang kita buat memenuhi selera pasar di luar. Kita sudah menemukan celahnya, kurang lebih seperti itu, jadi mungkin karena itulah konsumen film-film kita lebih ada di luar sana. Walaupun, untuk berbicara Oscar kami masih kurang yakin,” jelas Kimo panjang lebar. “Ini pencapaian karier yang fantastis buat kami, pasti ada efeknya untuk film-film kami berikutnya,” tambah Timo.

Pernyataan itu yang membuat kami kemudian menanyakan, mengapa duet sutradara muda ini lebih sering membuat film-film ‘lebih dipahami pasar luar’ ketimbang lokal. Apakah mereka merasa ‘terpisah’ dari pembuat-pembuat film Indonesia yang lain.

“Jujur saja, perasaan atau sikap seperti itu rasanya nggak perlu ya. Karena saya perhatikan, setiap pembuat film di Indonesia punya kemampuan masing-masing. Saya kagum dengan apa yang Mira Lesmana dan Riri Riza buat. Film-film mereka keren. Dan saya juga yakin, saya belum tentu bisa membuat film-film seperti itu. In the end, let’s just do our own thing,” tambah Timo lagi.

Next

 

Luna Maya, Killers

Bagaimana Luna Maya bisa terlibat di Killers?

Ini adalah pertanyaan, yang rasanya mustahil untuk tidak ditanyakan. Tentu, secara pribadi kamipun merasa takjub melihat aktris ini bisa bergabung di proyek seprestisius Killers. Sesuatu yang sudah pasti makin memperkuat kariernya di dunia perfilman. Apalagi dengan embel-embel Sundance.

“Kami mencoba casting beberapa aktris untuk film ini, dan kami memang sudah mengincar beberapa orang sebenarnya, tapi saat Luna mencoba casting, entah kenapa, kami rasa kami menemukan orang yang kami cari. Akhirnya memang peran itu diberikan kepadanya. Dia memberikan edge tersendiri, dan tentunya ekspresi yang kami butuhkan,” Kimo memulai.

“Kami juga terkejut, bahwa Luna bisa membawakan karakter itu dengan begitu baik. Rasanya, pengalaman pahit yang ia alami dalam hidup pribadinya beberapa waktu lalu itu pasti memberikan kontribusi tersendiri dalam membawakan peran itu,” tutup Timo. Penjelasan yang tentu membuat kami semakin ingin melihat film ini saat dirilis Maret nanti.

Next

 

Julie Estelle, Rumah Dara, Mo Brothers

Setelah bekerja sama dengan Shareefa Daanish dan Julie Estelle di Rumah Dara, lalu Luna Maya di Killers, aktris mana lagi yang akan bermandi darah di film mereka berikutnya? Keduanya tertawa saat kami ajukan pertanyaan ini. Karena ternyata masing-masing punya sosok yang mereka impikan untuk bisa muncul di proyek mereka berikutnya.

“Sudah lama saya mengagumi Dina Olivia,” jelas Kimo sambil terkekeh. “She’s a very good actress, tapi kayaknya dia sekarang sudah berhenti main film atau gimana ya? Menghilang dari peredaran,” paparnya. Dan kami ingat, kami baru bertemu dengan Dina di sebuah fashion show tidak lama sebelum wawancara ini berlangsung.

“Ada seorang aktris muda bernama Karina Salim. If you ever seen her works, aktingnya keren. Entah kapan saya bisa mengajaknya bergabung dengan salah satu film saya. Looking forward to it,” pendapat Timo. Kalau Fimelova masih kabur dengan sosok Karina, dia terakhir muncul di film What They Don’t Talk About When They Talk About Love bersama Nicolas Saputra, karya sutradara Mouly Surya. Film itu juga sempat tayang di Sundance tahun lalu.

Next

 

Mo Brothers

Killers tayang pekan ini di festival film Sundance. Sebuah drama psikologis yang gelap dengan bisikan thriller dan laga yang, dari trailer-nya, nampak akan cukup membius. Ini film untuk konsumsi dewasa, dan seperti yang sudah kami ulas di atas, butuh sedikit berpikir untuk bisa memahami jalan ceritanya. Tidak banyak film Nasional, bisa sampai di festival film sebesar dan seterkenal Sundance. Maret nanti, giliran kita di Tanah Air untuk bisa memberikan apresiasi. Dengan Luna Maya di film besar pertamanya setelah sekian lama, kami pasti menonton!

Lanjutkan Membaca ↓