Sambut Imlek dengan Berkeliling Pusat Seni dan Budaya Hong Kong

Fimela28 Jan 2014, 09:00 WIB

Next

hong kong

Di tengah musim dingin yang sedang sangat dingin, menurut guide kami–tahun lalu tidak sedingin sekarang, FIMELA.com bersama beberapa media undangan lain mengelilingi wilayah-wilayah utama di Hong Kong, mengunjungi pusat-pusat seni dan kebudayaan di sana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Next

hong kong

Di malam pertama kedatangan, kami mampir ke Bamboo Theater yang terletak di kawasan West Kowloon. Bamboo Theater yang hanya berdiri sampai minggu pertama Februari ini merupakan atraksi tahunan yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat setempat.

Menampilkan opera china yang khas, Bamboo Theater juga mengadakan pemutaran film di sela-sela jadwal panggung mereka. Bangunan ini berdiri kokoh dengan konstruksi bambu, di seberang Hong Kong Harbor yang kala malam menawarkan pemandangan menakjubkan.

Dengan pengunjung yang memadati 800 kursi yang tersedia, opera china nampak masih jadi bentuk kesenian yang ditunggu-tunggu masyarakat setempat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Next

hong kong

Selain itu, ada tenda-tenda khusus di mana pengunjung bisa menikmati makanan-makanan tradisional, dan mendapatkan cindera mata–seperti kipas yang ditulis dengan kaligrafi.

Next

hong kong

Keesokan hari, kami berkunjung Hong Kong Heritage Museum, di kawasan Shatin. Tujuan utama adalah melihat pameran ‘Bruce Lee: ”Kung Fu. Art. Life.” Sayang, pengambilan gambar dilarang. 

Pameran yang benar-benar menarik karena pengunjung diberi kesempatan untuk melihat sisi lain Bruce Lee sebagai salah satu ikon yang melegenda hingga sekarang. Selain pameran Bruce Lee ini, Hong Kong Heritage Museum juga membuka beberapa pameran lain, di antaranya pameran fashion film dari desainer Eddy Lee, pameran musik, dan sejarah Hong Kong.

Museum ini begitu besar, butuh sepanjang hari untuk melihat semua objek. Buat kamu yang gemar datang ke museum, ini nggak boleh terlewatkan.

Next

hong kong

Masih di hari yang sama, kami mampir ke kawasan industri Wah Luen, di Fo Tan untuk menghadiri Fotanian Open Studios 2014.  ‘Fotanian’ adalah istilah untuk menyebut sekumpulan perupa yang sama-sama menyewa studio di kawasan industri ini.

Jawaban bagi banyak seniman yang ingin berproduksi, namun tak mampu membayar tempat. Beberapa ruangan yang bagi penyewa lain menjadi tempat industri mereka berjalan, bagi Fotanian, ruangan-ruangan itu menjadi studio seni mereka.

Fotanian Open Studios sendiri menjadi salah  satu agenda yang disambut baik peminat seni di Hong Kong. Tahun ini, Fotanian Open Studios melibatkan 250 perupa dengan 88 studio yang bisa dikunjungi.

Kami beruntung bisa bertemu dengan salah satu perupa papan atas Hong Kong, Danny Lee. Selain karya-karya Danny, kami juga berkesempatan melihat karya-karya murid yang ia bimbing.

Next

hong kongHari berikutnya, seraya menyusuri kawasan Hollywood Road dan SoHo yang begitu chic, kami menyempatkan diri melihat-lihat kuil Man Mo.

Ini adalah salah satu kuil paling tua di Hong Kong, dibangun tahun 1847.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Next

hong kong

Masih di hari yang sama, kami mengunjungi salah satu pulau satelit di Hong Kong, yaitu Cheung Chau. Pulau ini ditempati banyak karyawan yang sebenarnya bekerja di Hong Kong. Dengan ferry untuk menyeberang tersedia tiap 30 menit, tinggal di pulau seperti Cheng Chau dan bekerja di kota nampak bukan masalah.

Cheng Chau sendiri adalah pulau paling hidup di antara pulau-pulau satelit lainnya. Kami sempat mampir ke Kuil Pak Tai yang jadi tempat pelaksanaan Bun  (bak pau) Festival setiap tahunnya. Festival yang seru karena pengunjung bisa merasakan begitu banyak jenis bak pau buatan warga setempat. Gunungan bak pau juga ada, lho! Puluhan ribu turis menyaksikan festival ini setiap tahunnya.

Next

hong kongDi hari keempat, kami mengunjungi Mei Ho House. Sebuah apartemen lama di kawasan Kowloon yang kini berubah fungsi menjadi hostel sejak 2013 lalu. Dibangun tahun 1954, penghuni hostel ini juga bisa melihat museum sejarah Mei Ho House.  

Awalnya, Mei Ho House ini adalah apartemen darurat yang dibangun pemerintah setelah kebakaran hebat di akhir 1953. Tampilan minimalis, namun dilengkapi dengan teknologi terkini dan masih menyisakan kenangan-kenangan sejarah, ini memang hostel yang unik.

Image is not taken with Lumia 1020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Next

hong kong

Sehari sebelum kembali ke Tanah Air, kami juga mengunjungi salah satu gedung pertunjukkan di Hong Kong untuk melihat persiapan seorang koreografer muda yang akan tampil di Hong Kong Art Festival ke-42, Maret nanti.

Festival ini berkelas internasional dan sepanjang sejarahnya selalu menghadirkan penampilan-penampilan seniman besar yang jarang ada di Asia. Seniman Indonesia juga beberapa kali tampil di festival ini, kabarnya lagi dengan harga tiket lebih murah. Harga tiket untuk penampilan yang sama, bisa lebih mahal bila dipentaskan di Jepang.

Next

hong kong

Art center yang terakhir kami kunjungi adalah Comix Home Base.  Untuk informasi, Hong Kong adalah negara ketiga setelah Jepang dan Amerika Serikat dengan industri komik terbesar di dunia. Di tempat ini, pengunjung bisa menyaksikan beberapa studio komikus dan membaca beberapa koleksi komik dan penulis komik terkenal Hong Kong, seperti Tony Wong dan Stella So.  

Comix Home Base ini juga menarik, karena bangunannya direnovasi dari apartemen kuno. Dari luar memang sangat modern, tapi bila diperhatikan baik-baik pihak pengembang mempertahankan beberapa elemen dari apartemen tua yang asli. Modern dan vintage, pada saat yang sama.

Lima hari dan empat malam yang penuh dengan ekspose seni dan budaya di Hong Kong. Menyambut imlek dengan cara yang seru, menurut kami. Dan sudah pasti, tak terlupakan. (All images are taken with Lumia 1020, unless stated differently).

Lanjutkan Membaca ↓