Rilis Album Baru, Taylor Swift Penuhi Sampul Majalah-Majalah Ternama

Stanley Dirgapradja17 Nov 2014, 19:00 WIB

Jakarta Pelan-pelan, nampaknya penyanyi yang bersahabat karib dengan supermodel Karlie Kloss ini (dan dua-duanya memiliki tinggi badan kurang lebih sama) mencoba merajai tangga lagu pop sekalian. Setelah memulai karier lewat jalur musik country dan menjadi putri di genre itu, ia menyeberang ke jalur pop. American Music Awards, Billboard Music Awards, MTV Video Music Awards, sampai Grammy Awards pernah ia menangkan. Usianya masih 24 tahun.

Pada tahun 2008, Taylor yang berambut pirang dan memiliki sejarah hubungan pribadi yang banyak diomongkan (dan ditulis di media) itu merilis “Fearless.” Album kedua yang memiliki beberapa lagu yang sudah menandakan usaha Swift untuk menyerempet jalur pop. Album itu memenangkan empat penghargaan Grammy, termasuk Album of The Year. Sekaligus menjadikan dirinya penyanyi, dan penulis lagu termuda yang pernah memenangkan kategori Album of The Year tersebut.

Berturut-turut, Swift merilis album lanjutan di tahun 2010, 2012, dan 2014 dan ketiga album itu berhasil terjual lebih dari satu juta copy di minggu pertama. Bahkan, album terakhirnya “1989” yang dirilis bulan lalu menjadi album dengan penjualan terbanyak di minggu pertama rilis, dari penyanyi manapun, dalam rentang 12 tahun terakhir. Album ini juga menjadi album pop resmi pertama Swift.

Swift dikenal dengan gaya menulis lagu yang naratif dan personal. Kisah hidup dan orang-orang yang dekat (atau pernah dekat) selalu menjadi inspirasi untuk lagu-lagu yang ia tulis. Termasuk soal asmara, John Mayer, Harry Styles, dan Nick Jonas. Lagu-lagu yang bercerita tentang hubungan pribadinya itu dan juga laki-laki yang diduga menjadi ‘inspirasi’ selalu dibahas di media manapun sehingga ada lelucon beredar, agar jangan menjalin hubungan dengan Swift bila tidak ingin hubungan pribadi dan detailnya jadi bahan gosip dan bahan tulisan lagu baru Swift.

Swift yang dikenal dengan gaya yang girly ini, juga beberapa kali menjajal dunia peran dengan muncul dalam beberapa film Hollywood. Ia pernah muncul dalam “Valentine’s Day”, “The Lorax” dan “The Giver.” Dan menurut kami, bila ia mau ia juga bisa mencoba serius di bidang satu itu. Memiliki citra yang dekat dengan fans-fans berusia muda, Swift nampak tidak pernah terlibat dengan kasus-kasus kriminal yang biasa terjadi pada selebriti Hollywood seusianya.

Bersamaan dengan perilisan album baru, serta dua single yang kini wara-wiri di puncak tangga lagu di seluruh dunia, sejumlah media-media ternama dunia mengambil kesempatan untuk mengupas karier dan kehidupan pribadi Swift di edisi terbaru mereka. Mulai Vogue, Wonderland, sampai Time, lho. Dan untuk penyanyi seusia Swift mendapatkan headshot dan dijadikan sampul majalah sekelas Time hanya berarti satu hal, yakni penyanyi muda bernama Taylor Swift ini memang mengubah dunia, lewat musiknya.

Album “1989” yang menjadi manuver resmi pertama Swift di jalur pop sangat berisiko. Meski ia bekerja sama dengan banyak penulis dan produser terkenal, tentu menyelami dan memahami genre pop tidak akan mudah. Swift yang sudah jadi putri di genre country, melakukan hal yang kurang lebih sama dengan yang dilakukan Shania Twain beberapa tahun lalu. Shania menjadi penyanyi country dengan penjualan album terbanyak sepanjang masa, yang kemudian merilis album pop yang sukses besar. Sesukses apa album Swift ini nanti, kita tunggu saja. Apakah ia akan kembali ke country? Tentu nggak sedikit yang kangen.

Tapi, Taylor Swift memang menjadi wajah yang cukup representatif pada musik modern. Ia mewakili generasinya. Generasi muda jaman sekarang. Bila ia bekerja dengan orang yang tepat, sudah pasti kita masih akan melihat Swift sampai beberapa dekade lagi.