Koleksi Perhiasan, Ini Tips Dian Sastrowardoyo

Anto Karibo31 Jul 2018, 05:30 WIB
[Bintang] Dian Sastrowardoyo

Bintang.com, Jakarta Dian Sastrowardoyo mengaku mulai tertarik mengoleksi perhiasan ketika akan menikah. Sebelumnya, ia belum berpikir apa pentingnya melakukan investasi perhiasan dari emas sampai berlian.

Namun pertama kali dirinya mengenal perhiasan pada usia SD. "Jadi aku pertama kali pakai perhiasan kelas 5 SD, dapat gelang emas dari tante aku," kata Dian Sastrowardoyo di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2018).

"Itu jadi harta berharga aku yang pertama. Gelang itu kecil. Terus aku sendiri koleksi perhiasan pas aku mau nikah. Kan harus koleksi giwang. Kan orang Jawa," imbuh lawan main Nicholas Saputra di film Ada Apa dengan Cinta?.

Selain perhiasan-perhiasan keluaran mutakhir, Dian Sastrowardoyo juga tertarik mengoleksi jenis perhiasan antik. Ia mengaku senang dengan hal-hal yang memiliki sejarah karena ada nilai di barang tersebut.

Perhiasan Antik Jawa

[Bintang] Dian Sastrowardoyo
Dian Sastrowardoyo

"Aku juga punya koleksi perhiasan Jawa antik dan punya nilai sejarah. Aku koleksi itu karena yang aku value gak cuma desain tapi aku suka bayangin ini pernah dipakai sama orang di tahun 1800 an. Itu nilai sejarah dan nggak bisa didapatin dengan beli perhiasan baru," ucapnya.

"Terus aku juga pakai suweng Jawa warisan eyang aku pas nikah. Awalnya berat dan sakit, tapi aku bawa ke tukang emas supaya dimodif. Ada muatan emosionalnya," lanjut ibu dua anak tersebut.

Beda perhiasan, beda pula treatment ketika mengoleksi berlian. Untuk jenis berlian, Dian lebih senang mengoleksi bentuk butiran namun dengan desain yang timeless. Pengetahuan tentang karat dan lainnya juga penting.

Investasi

[Bintang] Dian Sastrowardoyo
Dian Sastrowardoyo

"Koleksi perhiasan atau diamond berbeda. Kalau mau investasi, kita beli berlian butiran. Kita harus lihat clarity, carat, dan warnanya. Itu harganya akan naik sesuai harga market. Aku juga suka koleksi diamond butiran yang desainnya bagus," ujarnya.

Dengan desain yang tak terbatas waktu, koleksinya bisa dipakai generasi sesudahnya. "Desainnya harus timeless jadi bisa jadi koleksi keluarga yang bisa diturunin ke anak cucu. Kalau ditanya punya siapa, punya eyang Dian," tandas Dian Sastrowardoyo.

Lanjutkan Membaca ↓