Fahrani: Saya Tidak Perlu Belas Kasihanmu

Komarudin20 Agu 2018, 15:10 WIB
[Bintang] Fahrani

Bintang.com, Jakarta Fahrani Pawaka Empel atau Fahranimengungkapkan isi hatinya melalui puisi. Lewat puisi yang berjudul "Manusia Merdeka" itu, perempuan kelahiran Jakarta, 27 September 1984 itu mengungkapkan pendapatnya. Selama ini, perempuan yang pernah meraih Piala Citra dalam film Radit dan Jani itu sering dicibir warganet tentang tubuhnya yang dipenuhi tato.

"Saya tidak perlu belas kasihanmu. Kamu pikir saya tersesat. Tapi itu hanya pengamatan dari satu sisi. Saya sudah bepergian ke 5 samudra. Sewaktu kamu baru mengerti apa itu puisi. Jangan berfikir hanya kamu yang paling tau," tulis Fahrani, baru-baru ini.

Mengenai dunia dan akhirat, lanjut Fahrani, jangan pernah mengahkimi. "Ketika kamu mencoba untuk memahami, tentang manusia yang merdeka," kata Fahrani.

Menurut Fahrani, lepaskan paradigma lama dan bebaskan pikiran. Dorong batasan menuju era baru.

"Hidup di dalam harmoni, dikarenakan cinta, bukan ketakutan dan kedengkian," lanjut Fahrani.

Cari Kebenaran

[Bintang] Fahrani
Fahrani (Instagram/fahrani)

Dalam bagian berikutnya, Fahrani menuliskan tentang menjalani hidup untuk mencari kebenaran, yang menurut sintesis lebih tinggi, dari apa yang dipercaya.

"Oleh kedua orang tua kita. Mari kita akui kekurangan diri sendiri, tanpa saling menyalahkan," imbuh Fahrani.

Merdeka dari Sanubari

 

MANUSIA MERDEKA Saya tidak perlu belas kasihanmu. Kamu pikir saya tersesat, Tapi itu hanya pengamatan dari satu sisi. Saya sudah bepergian ke 5 samudra, Sewaktu kamu baru mengerti apa itu puisi. Jangan berfikir hanya kamu yang paling tau. Mengenai dunia, Dan akhirat. Jangan pernah menghakimi, Ketika kamu mencoba untuk memahami, Tentang manusia yang merdeka. Lepaskan paradigma lama, Bebaskan pikiran, Dorong batasan, Menuju ke era baru. Hidup di dalam harmoni, Dikarenakan cinta, bukan karena ketakutan, Dan kedengkian. Jalani hidup untuk cari kebenaran, Yang merupakan sintesis lebih tinggi, Dari apa yang dipercaya, Oleh kedua orang tua kita. Mari kita akui kekurangan diri sendiri, Tanpa saling menyalahkan. Kerja keras pada jiwa dan ragamu, Renungkan arti hidup, Dan tarik nafas panjang, Temukan cinta yang kamu miliki, Didalam lubuk hati. Merdeka dari sanubari. #manusiamerdeka #bhinekatunggalika #dirgahayuindonesia #puisidarihati #suratuntukkamu #inweekday 🇮🇩

Sebuah kiriman dibagikan oleh Fahrani Pawaka Empel (@favelamunk) pada

Dalam paragraf berikutnya, Fahrani bicara tentang kerja keras pada jiwa dan raga. Merenungkan arti hidup dan tarik napas panjang.

"Temukan cinta yang kamu miliki. Di dalam lubuk hati. Merdeka dari sanubari," tandas Fahrani.

Lanjutkan Membaca ↓