TIGA hadirkan konsep kekinian dengan lagu jadul

Nizar Zulmi26 Okt 2018, 08:08 WIB
TIGA

Fimela.com, Jakarta Di tengah ramainya pendatang baru di dunia musik, kini para penikmat semakin punya banyak pilihan. Musik dengan berbagai macam genre bermunculan, termasuk konsep 'jadul yang kekinian' seperti yang diusung TIGA.

Bagaimana maksudnya jadul tapi kekinian? TIGA membawa konsep ini dari lagu lawas yang mereka recycle, berjudul Bohong. Lagu ini digarap dan dipopulerkan oleh grup senior, 2D yang beranggotakan Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra.

"Bisa dibilang ini menggambarkan karakter musik kita. Kenapa recycle karena pengen ngingetin lagi bahwa lagu jaman dulu tuh keren-keren, trus kita bawakan dengan aransemen yang cocok dengan generasi sekarang," ujar TIGA musik dalam kunjungannya ke KLY belum lama ini.

TIGA Musik
TIGA hadirkan single lawas dengan kemasan modern (Adrian Putra/Fimela.com)

Lagu nostalgia tersebut dirombak ulang dengan aransemen EDM yang modern dan fresh. Alhasil tembang lawas itu punya kemasan baru yang memanjakan telinga.

Bohong menjadi single perdana TIGA yang beranggotakan Tanayu (vokal), Ayu Rika (keyboard dan vokal) serta Ninda (disc jockey). Kolaborasi tiga musisi perempuan ini pun membawa angin segar di tengah ramainya industri musik.

Awal bertemu

TIGA Musik
TIGA Musik (Adrian Putra/Fimela.com)

Sosok Intan Ayu, atau yang juga dikenal sebagai Tanayu mungkin sudah tidak asing lagi di dunia entertainment. Dikenal sebagai salah satu bintang sinetron dan film, Tanayu kini menunjukkan keseriusannya di musik.

Ia pun antusias untuk mencoba hal-hal baru, seperti yang ia lakukan di TIGA. "Aku sama Tanayu udah beberapa kali project bareng, trus kita kepikiran bikin hal baru. Sempet matengin konsep selama sekitar setahun, trus kebetulan Ayu Rika juga nyanyi sama Teza yang ada di management kita, akhirnya nyambung deh dan sepakat bikin TIGA," ungkap Ninda.

 

Tanayu
Tanayu (Adrian Putra/Fimela.com)

Setelah merilis single, TIGA masih akan mempesiapkan beberapa karya lain yang tak kalah menarik. "Sementara recycle sama cover-cover dulu sih, karena kalau recycle orang udah kenal lagunya, jadi lebih gampang diterima," pungkas Tanayu.

Lanjutkan Membaca ↓