Sukses

Entertainment

Review film Bohemian Rhapsody, reuni mata dan telinga lewat drama keluarga Queen

Fimela.com, Jakarta Bohemian Rhapsody. Jenis Film : Biography, Drama, Music Produser : Graham King, Robert De Niro, Roger Taylor, Brian May, Peter Oberth, Jim Beach. Sutradara : Bryan Singer Penulis : Anthony Mccarten. Produksi : 20th Century Fox. Pemain: Rami Malek, Lucy Boynton, Gwilym Lee, Ben Hardy, Joseph Mazzello, Aidan Gillen

 

Bohemian Rhapsody adalah film yang diangkat dari kisah nyata untuk merayakan musik band rock legendaris Queen dan tentunya vokalis mereka yang luar biasa, Freddie Mercury yang dikenal menentang tradisi dan stereotip hingga menjadi salah satu penghibur paling dicintai di planet ini.

Film ini menelusuri kisah dari kemunculan sebuah band yang meroket melalui lagu-lagu ikonik dan suara revolusioner mereka, perpecahan internal band karena gaya hidup Freddie yang makin tidak terkontrol. Lalu ada reuni kemenangan mereka pada malam Live Aid, di mana Freddie, meski sedang menghadapi penyakit serius, memimpin band di salah satu pertunjukan terbesar dalam sejarah musik Rock.

Film ini akan memperlihatkan warisan sebuah band yang selalu lebih seperti keluarga, dan yang terus menginspirasi pihak luar, para pemimpi dan pecinta musik hingga hari ini.

Menulis review film Bohemian Rhapsody membuat saya ingin kembali mendengar lagu-lagu Queen tanpa bosan. Seperti filmnya yang tak memberi celah sedikitpun untuk bosan meski durasinya sangat panjang yaitu 2 jam 15 menit.

Yang perlu digaris bahawahi adalah Bohemian Rhapsody bukanlah film dokumenter. Jadi wajar jika ada adegan yang ditambah atau dikurangi dari kisah aslinya. Tapi itu tidak perlu diperdebatkan karena Anthony Mccarten tentu sudah membayangkan skenario yang dituliskan harus bisa dinikmati oleh penggemar maupun bukan penggemar Queen.

Separuh film ini mengisahkan tentang band Queen dari awal terbentuk hingga sukses. Separuhnya lagi adalah kisah tentangFreddie Mercury. Meskipun sudah saya sebut durasinya panjang, namun untuk kisah Freddie nampaknnya masih kurang saja durasinya. Maka banyak simbol dari awal yang ditampilkan Rami Malek sebagai Freddie Mercury.

Tentang asal usul keluarga Freddie, tentang kegelisahan Freddie saat menulis lagu, tentang preferensi seksual Freddie, hingga akhir tentang ketangguhan Freddie. Rami nampak susah payah berusaha menghidupkan kembali Freddie, mulai dari gestur hingga penampilan.

Begitu juga pemeran keluarga dan orang-orang dekat Freddie, mereka membuat karakter Freddie sebagai bintang panggung yang tetap manusia dengan segala persoalan hidup terasa hidup. Begitupun peran Lucy Boynton sebagai Mary Austin, terasa lebih dramatis di film Bohemian Rhapsody. 

Maka jangan heran jika menonton film ini selain terasa sekali nilai musikalnya, drama keluarga film ini juga sangat kuat. Namun, baru di bagian akhir terasa sekali bagaimana dia menyatu dengan Freddie. Sulit memang memerankan legenda yang diingat oleh jutaan penduduk di muka bumi ini.

Ketidaknyamanan Rami dengan gigi tongos yang dipasang selama syuting nampak di banyak scene dan rasanya menganggu kenikmatan menonton.  Untungnya, unsur-unsur pendamping dalam film ini membangun cerita dari awal dengan sangat kuat. Pemeran anggota Queen lainnya, gitaris Brian May (Gwilym Lee), drummer Roger Taylor (Ben Hardy), dan bassist John Deacon (Joseph Mazello) melakukan kerja mereka dengan apik.

Chemistry mereka sebagai band yang didefinisikan sebagai keluarga sangat kuat. Buat penonton yang bukan penggemar band Queen bisa jadi pesan ini membuat film Bohemian Rhapsody yang dibintangi Rami Malek sebagai Freddie Mercury ini layak ditonton.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading