Sempat Tegang Sebelum Akad, Hal Ini Bikin Baim Wong Tenang

Rivan Yuristiawan22 Nov 2018, 15:45 WIB
[Fimela] Baim Wong - Paula Verhoeven

Fimela.com, Jakarta Baim Wong sudah secara resmi menjadi suami dari Paula Verhoeven. Mereka melangsungkan akad nikah pada Kamis (22/11/2018) pagi secara khidmat dan disaksikan oleh keluarga serta kerabat terdekat.

Dalam akad nikah tersebut, Baim Wong yang biasanya santai mengakui jika sempat gugup beberapa saat sebelum ijab qabul. Padahal, sejak jauh-jauh hari, ia sudah tak mau memikirkan apa-apa yang membuatnya gugup lantaran sudah menyerahkan segala urusan teknis ke pihak Wedding Organizer.

 

[Fimela] Baim Wong dan Paula Verhoeven
Baim Wong kemukakan alasan yang buat ia tenang saat akad nikah. (Nurwahyunan/Fimela.com)

Hal yang membuat pria 37 tahun itu gugup tak lain adalah keharusan Baim untuk mengucapkan ijab qabul dalam satu tarikan napas. Pasalnya, saat pelatihan pernikahan di KUA, ia sukses melantunkan ijab kabul, tapi tidak dalam satu tarikan nafas.

"Tadi ada satu kata-kata yang bikin saya nervous, dibilang suruh satu napas. Pas latihan saya nggak satu napas. Dari situ mulai sampai saya masuk, saya tegang," ungkap Baim Wong.

Ditambah lagi, menjelang akad nikah, ia sempat berbincang dengan ayah dari Paula Verhoeven tentang sakralnya prosesi tersebut. Ketegangan pria bernama lengkap Muhammad Ibrahim itu pun semakin memuncak.

 

[Fimela] Baim Wong dan Paula Verhoeven
Baim Wong kemukakan alasan yang buat ia tenang saat akad nikah. (Nurwahyunan/Fimela.com)

"Dan tambah lagi, pas papanya dia bilang, 'karena kalau ijab kabul kalau kita artiin itu sesuatu yang sakral banget ya, saya serahkan'. Itu saya nggak kuat sih. Saya cuma bisa senyum," tambahnya.

Namun, tepat sebelum akad berlangsung, saat mendengar bacaan ayat suci Al Quran yang dilantunkan, ketegangan Baim pun mendadak sirna. Penggalan surat Ar Rahman yang ia dengar beberapa saat sebelum ijab qabul nyatanya berhasil membuatnya tenang dan prosesi itu akhirnya berjalan lancar.

"Tapi setelah ada bacaan Al Quran, dan itu surat kesukaan saya. Ah, 'nikmat mana lagi yang harus saya dustakan'. Disitu saya udah seperti ngalir aja, udah nggak ada tegangnya lagi dengerin artinya. Cuma bisa aminin ke Allah trus saya ijan kabul di situ. Setelah dibaca surat Al Quran tadi saya udah nggak tegang," pungkas Baim Wong.