Alasan Tulus Recycle Lagu Berbahasa Jepang, Natsu Wa Kinu

Nizar Zulmi26 Des 2018, 19:38 WIB
[Fimela] Tulus

Fimela.com, Jakarta Sekitar sewindu perjalanan karier, Tulus telah melakukan berbagai eksplorasi. Salah satunya dengan merilis lagu berbahasa Jepang, termasuk Natsu Wa Kinu yang jadi single terbarunya.

Natsu Wa Kinu sendiri merupakan lagu Bahasa Jepang kedua dari Tulus. Sebelumnya di tahun 2016 Tulus pernah merilis lagu Kutsu yang adaptasi dari salah satu hitsnya, Sepatu.

[Fimela] Tulus
Tulus (Bambang E. Ros/Fimela.com)

Kali ini Tulus mengusung cara berbeda. Natsu Wa Kinu merupakan sebuah tembang lawas dari Negeri Sakura. Membawakan sebuah lagu populer di Jepang menjadi tantangan tersendiri bagi penyanyi 31 tahun tersebut.

"Satu minggu yang lalu saya merilis lagu berbahasa Jepang saya berjudul Natsu Wa Kinu. Itu lagu yang saya nyanyikan lagi. Itu seperti lagu legendaris di Jepang, lagu yang mudah-mudahan saya tidak salah membandingkan kalau di Indonesia tuh lagu yang sudah lama sekali. Itu saya nyanyikan ulang dengan arasemen modern dan sudah di publikasikan," ungkap Tulus dalam preskon Konser Monokrom Tulus di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

2 of 2

Alasan di Balik Lagu

[Fimela] Tulus
Tulus kenalkan single berbahasa Jepang (Bambang E. Ros/Fimela.com)

Sejak lagu Sepatu versi bahasa Jepang dirilis, Tulus mulai mendapat banyak pendengar baru. Rupanya ini juga yang mendasari pembuatan recycle lagu Natsu Wa Kinu versi Tulus.

"Kalau lagu yang pertama (lagu Sepatu dibuat dalam) Bahasa Indonesia yang di ubah ke (Bahasa) Jepang. Kalau sekarang betul-betul lagu Jepang yang saya nyanyikan ulang. Itu langkah untuk memperpanjang ekspansi pasar saya ke Jepang sih, karena saya ingin berangkat ke Jepang, memperjuangkan musik Jepang dalam rangka mempromosikan Indonesia. Saya ingin orang yang mendengarkan musik di Jepang bisa mendengarkan musik Indonedia," kata Tulus.

Sebagai penyanyi dan pencipta lagu, Tulus dikenal dengan lirik-liriknya yang berbahasa indah. Ia berharap bisa menyebarkan lagu-lagu bahasa Indonesia di Jepang, termasuk karyanya.

"Jadi 2 lagu itu seperti ketok pintu masuk di sana, tapi ketika saya nyanyi (lagu) Bahasa Indonesia diterjemahkam oleh penerjemah profesional. Setiap saya manggung di Jepang itu tetap mayoritas lagu bahasa Indonesia (yang saya bawakan) dan yang menariknya teman-teman di Jepang juga tertarik dengan lagu-lagu yang saya bawakan dengan Bahasa Indonesia," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓