Suara Tak Bertuan, Erwin Arnada Besut Film Horor Rasa Baru

Anto Karibo27 Des 2018, 07:24 WIB
Suara Tak Bertuan

Bintang.com, Jakarta Setelah sukses dengan film Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya, Erwin Arnada kembali membesut sebuah film berjudul Suara Tak Bertuan. Masih dalam tahap pra produksi, film ini diakui berbeda dari karya-karya Erwin sebelumnya, khususnya film horor.

Satu perbedaan mencolok adalah adanya latar certia yang berbeda. Selama ini film horor hanya berkutat pada cerita mistis nan legendaris atau cerita urband legend. Namun, di film teranyarnyta nanti, Erwin justru melakukan pendekatan secara medis.

"Selama ini kan kalau film horor biasanya cerita mistis legend. Kali ini beda karena mengangkat cerita tentang schizophrenia. Ini bukan film horor yang umum karena bersentuhan dengan dunia medis," kata Erwin kepada wartawan baru-baru ini.

Erwin Arnada
Erwin Arnada garap film Suara Tak Bertuan (dok istimewa)

Lewat film ini, Erwin mengaku belajar terutama mengenai penyakit tersebut. Ia belajar dari seorang dokter yang sering bersentuhan langsung dengan pasien schizophrenia. Dokter tersebut bernama dr. Juliana.

"Saya belajar jadinya, asyik aja. Schizophrenia merupakan penyakit rumit. Sebenarnya penyakit ini merupakan gabungan dari kedalaman depresi dan kemampuan melihat makhluk-makhluk halus. Jadi dari situ ada yang perlu dikomunikasikan," lanjut Erwin.

Lebih lanjut, Erwin mengatakan bahwa banyak sekali pengidap penyakit ini. Di antara 100 orang, satu orang disinyalir mengidap schizophrenia. "Karena ternyata penyakit ini banyak pengidapnya. Dari 100 orang, ada satu atau dua pengidapnya," tutur Erwin.

Erwin Arnada dan Salman Aristo mendatangi penjara Bung Hatta di Belanda
Erwin Arnada dan Salman Aristo mendatangi penjara Bung Hatta di Belanda

Bersama PH Kencana Pictures, syuting rencananya akan dilakukan pada Maret 2018 mendatang. Dan untuk sekarang ini Erwin tengah mencari 3 bintang utama dalam film tersebut. Beberapa nama menurut Erwin sudah dikantonginya untuk didaulat sebagai pemeran utama.

"Ada dua perempuan dan satu laki-laki untuk pemeran utama. Ada beberapa nama sudah kamimkantongi. Tapi saat ini belum bisa disampaikan terkait kontrak," ujar Erwin.

Sebagai penggemar film horor, Erwin pun berharap buah karyanya ini bisa menjadi suguhan warna berbeda dan bisa dinikmati. "Film ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Kami berharap film ini bisa dinikmati oleh masyarakat," tandas Erwin.