Masif nan Intim, Tulus Berbagi Kebahagiaan di Konser Monokrom Jakarta

Nizar Zulmi07 Feb 2019, 10:08 WIB
Konser Monokrom Tulus

Fimela.com, Jakarta Penantian Teman Tulus atas Konser Monokrom Jakarta berakhir dengan suka cita. Konser yang berlangsung pada 6 Februari 2019 malam di Istora Senayan, Jakarta berlangsung meriah, intim, dan emosional.

Tulus mengemas konser tunggal ini dengan sangat apik. Selain merangkum tiga album dalam 2 jam pertunjukan, ia juga memberi sentuhan terhadap panggung, karena ia bertindak sebagai arsitek tata panggung yang 'ramah penonton'.

Konsep panggung yang tak biasa ini membuat para penonton benar-benar dimanjakan. Runway yang terkoneksi antar satu spot dengan spot lain membuat Tulus berinteraksi dengan lebih mudah kepada para pendengarnya.

Konser Monokrom Tulus
Konser Monokrom Tulus Jakarta (Bambang E Ros/Fimela.com)

Dihadiri kurang lebih 5000 penonton di Istora Senayan, Tulus memberi pemanasan dengan lagu 'Baru' dari album kedua, Gajah. Aransemen musik yang diproduseri oleh Ari Renaldi terasa megah dengan hadirnya strings ensemble dari Alvin Witarsa, dukungan 4 backing vocal serta band pengiring yang terlihat sangat menikmati jalannya pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut.

"Apa kabar teman-teman? Kalo kalian bisa lihat jantung saya berdebar kencang. Saya nervous banget, tapi teman-teman bantu saya ya biar saya nggak nervous," kata Tulus yang tampil dengan kostum serba hitam. 

Lagu-lagu andalan pun dibawakan Tulus dalam kesempatan tersebut. Gajah, Sewindu, Tuan Nona Kesepian, Rindu Sendiri hingga Labirin yang dirilis September tahun lalu sukses membuat ribuan orang kompak menyanyikan liriknya. Suasana terasa intim meski konser dibuat dengan skala besar berkat layout panggung yang brilian dair Tulus dan tim.

Konser Monokrom Tulus
Konser Monokrom Tulus Jakarta (Bambang E Ros/Fimela.com)

Namun ada satu lagu di mana Tulus meminta penonton untuk tidak bernyanyi. "Saya tahu nggak enak banget jadi teman-teman, ketika tahu lagunya, tahu lirik dan ceritanya tapi nggak bisa nyanyi bareng-bareng. Bisa?" tanya Tulus sebelum melantunkan Langit Abu-Abu yang penuh haru.

Di tengah show Tulus menghadirkan flashback lagu-lagu favorit yang ia dengarkan semasa kecil. Medley lagu-lagu Minang pun terlantun malam tadi dengan aransemen yang memanjakan telinga. Sedikit banyak lagu-lagu tersebut lah yang menumbuhkan kecintaan Tulus terhadap musik.

Konser Monokrom Tulus
Konser Monokrom Tulus Jakarta (Bambang E Ros/Fimela.com)

Memasuki bagian akhir konser Tulus mengundang Rino Renaldi, salah satu sahabat Tulus yang memiliki kekurangan, tapi justru jadi kelebihan. Mereka berkolaborasi membawakan lagu Sepatu yang liriknya masih segar dalam ingatan penggemar. Suasana puncak dari pertunjukan makin terasa, terutama ketika intro Manusia Kuat sayup-sayup terdengar.

Di lagu ini seluruh musisi dan choir memenuhi panggung dan bernyanyi bersama penonton. Manusia Kuat dibawakan dengan sangat megah dan emosional. Tulus tak bisa menutupi rasa harunya dan sempat menyeka air di sela-sela matanya. Konser ditutup dengan gemerlap lampu dan nyanyian dari seluruh penonton yang hadir malam tadi.