Film Calon Bini Angkat Kearifan Lokal

Puput Puji Lestari16 Feb 2019, 18:00 WIB
Calon Bini

Fimela.com, Jakarta Film Calon Bini menawarkan tema cerita sederhana yaitu mengenai cita-cita seorang gadis desa asal Jogjakarta untuk lepas dari stereotip orang-orang disekelilingnya. Ialah Ningsih (Michelle Ziudith), selulus SMA, Ningsih bercita-cita untuk kuliah sambil bekerja demi membahagiakan kedua orangtuanya.

Maklum, bapak (Marwoto) dan Ibu (Cut Mini) hanyalah warga desa yang tinggal di rumah biasa. Tapi keinginan Ningsih terhambat, karena ambisi pamanya sendiri, Pak Lek Agung (Ramzi) yang ingin menikahkan Ningsih dengan Sapto (Dian Sidik) anak kepada Desa (Butet Kertaredjasa).

 

Calon Bini
Calon Bini. (Screenplay Films)

Tak mau dijodohkan, Ningsih akhirnya kabur ke Jakarta dan bekerja di rumah Pak Prawira (Slamet Rahardjo) dan Ibu Andini (Minati Atmanegara). Ningsih gadis cerdas, kecerdasannya membuatnya bisa akrab dengan Oma (Niniek L. Karim) di rumah tersebut.

Selama itu pula, Ningsih yang aktif dalam sosial media telah jatuh cinta pada sosok anonymous bernama 'Jejak Langkah'. Lalu siapakah sosok tersebut? tentu saja penonton sudah dapat menebaknya.

 

Seperti ceritanya, Michelle Ziudith dituntut untuk belajar bahasa Jawa sebagai salah satu kearifan lokal. Tak cuma mengusung kearifan lokal jawa, film Calon Bini juga memiliki pesan kuat bagi wanita-wanita jaman sekarang sekaligus ingin menghapus stigma negatif mengenai sosok perempuan.

Selain belajar bahasa Jawa, Michelle Ziudith juga belajar menanam padi selama sebulan demi memerankan Ningsih untuk film Calon Bini. Melalui Ningsih, pesan yang ingin disampaikan bahwa semua wanita berhak mengejar impian dan cita-citanya setinggi langit dan tidak dapat dibatasi oleh siapapun.