Tips Shireen Sungkar Hadapi Anak yang Sedang Tantrum

Syifa Ismalia28 Feb 2019, 19:24 WIB
Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar

Fimela.com, Jakarta Tantrum atau emosi yang tiba-tiba meledak-ledak sering terjadi pada beberapa anak kecil. Termasuk anak sulung Shireen Sungkar dari pernikahannya dengan Teuku Wisnu, Teuku Adam Al-Fatih atau yang akrab disapa Adam.

Diakui Shireen, anak pertamanya itu sempat mengalami tantrum akibat tidak tidur siang. Menurut Shireen, anaknya sangat aktif saat beraktivitas sehingga mengalami kelelahan tapi badannya tidak mau beristirahat.

"Tantrum pernah pasti. Adam yang paling parah (saat itu) umur 2,5 tahun. Tapi baru-baru ini takut juga sih. Karena fase anak-anak setahu saya di pelajaran parenting kalau anakku Adam itu memang tipe yang aktif banget. Dia itu memang selalu tidur siang setiap hari bahkan banyak yang nanya 'kok sudah umur 4 tahun masih tidur siang'?" kata Shireen saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019).

[Fimela] Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu
Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu

"Jadi kayak posisi anak yang sudah kecapaian tapi dia belum tahu ungkapin ke ibunya itu seperti apa, jadi kayak sudah over capek, tidur enggak bisa, ngapa-ngapain enggak bisa akhirnya dia tantrum capai gitu," tambahnya.

Menanggapi anak yang sedang tantrum, istri dari Teuku Wisnu itu memiliki cara untuk mengatasinya, seperti membawa anaknya ke dalam kamar bermain dan membiarkan Adam melupakan emosinya terlebih dahulu.

"Jadi ya dihadepin secara baik aja, dikasih waktu dia untuk mengeluarkan emosinya. Ditaruh di kamar pastikan sekelilingnya aman jangan sampai ngelukain diri sendiri, pas sudah reda diajak komunikasi. Paling 20 menit reda, enggak mungkin lah anak nangis lama-lama," tutur Shireen Sungkar.

Tak Hadapi dengan Emosi

[Fimela] Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu
Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu

Pada saat emosi anak meledak-ledak, Shireen mengaku tetap menjaga emosinya. Hal itu ia lakukan lantaran tak ingin anaknya terbentuk menjadi karakter yang keras karena melihat dari orangtuanya.

“Anak harus dikasih kelembutan, jangan dia keras kita makin keras akhirnya terbentuklah anak yang karakternya keras," jelas ibu tiga anak itu.

Lanjutkan Membaca ↓