Karena Anak, Tiwi eks T2 Masih Betah Sendiri

Syifa Ismalia05 Mar 2019, 18:24 WIB
Tiwi

Fimela.com, Jakarta Prastiwi Dwiarti atau lebih dikenal Tiwi Eks T2 sempat menikah dengan Shogo Sakuramoto pada 2013 lalu. Dari pernikahannya, keduanya dikaruniai satu orang anak, Reo Athar Sakuramoto. Namun sayang pernikahan hanya berjalan sampai 2017.

Berpisah hampir dua tahun dengan Shogo, hingga kini Tiwi masih terlihat sendiri. Ia pun mengaku belum kepikiran untuk menikah dikarenakan ingin mengurus anaknya terlebih dahulu.

[Bintang] Eksklusif Tiwi eks T2
Tiwi eks T2 resmi dipersunting pria asal Jepang, Shogo Sakuramoto pada 16 Februari 2013. Keduanya menikah di Nusa Dua Bali. Lima bulan kemudian, 17 Juli, melahirkan bayi laki-laki dan diberinama Reo Athar Sakuramoto. (Febio Hernanto/Bintang.com)

"Doain aja sekarang aku lagu senang begini sih, senang kerja kemana-mana sendiri sama Reo, membuka pertemanan aja sama orang banyak. Cari pasangan sekarang beda sama dulu, kalau pacaran kan aku pribadi kalau ini kan aku melibatkan Reo juga jadi agak hati-hati dan agak kurang pede sih sebenernya," jelas Tiwi Eks T2 saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

Meski begitu, sudah ada beberapa pria yang mencoba mendekatinya. Namun ia juga tak mau mengambil langkah cepat. Untuk urusan jodoh, ia harus menanyakan pada buah hatinya terlebih dahulu.

"Kalau Reo si sebenernya anaknya easy going ya anaknya, jadi kalau misalnya asal tau cara mendekati Reo dia kan agak sedikit untuk ya, maksudnya nggak semua orang bisa deket sama dia. Kadang aku juga bingung si kok tiba-tiba dia bisa deket sama ini ya. Padahal sebenernya nggak, sebenernya biasa-biasa aja. Bukan tipikal yang mencari perhatian sama mamanya juga," tambah Tiwi sambil tertawa.

Kurang Percaya Diri

[Bintang] Tiwi
(Instagram/tentangtiwi)

Setelah gagal dalam berumah tangga, Tiwi mengaku belum percaya diri untuk memiliki pasangan hidup lagi. Bukan berarti dirinya trauma, namun ada hal psikologis yang membuatnya malu untuk menjalin hubungan bersama pria lain.

"Bukan trauma sih, lebih hati-hati lebih selektif. Banyak hal sih kenapa susah, gak tahu sih secara psikologis juga, aku kan janda punya anak nggak semua mertua bisa terima, nggak semua lingkungan bisa terima, nggak semua laki-lakinya juga bisa terima, mungkin nanti kalau udah nerima saya nerima anak saya ya saya bisa luluh, kalau sekarang sih ntar dulu deh kasian," tegasnya.

Lanjutkan Membaca ↓